SEKADAU — Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Barat telah menyebabkan debit air Sungai Kapuas menyusut drastis, hingga memunculkan dasar sungai yang kini menyerupai hamparan pasir luas layaknya sebuah pantai. Fenomena alam ini menarik perhatian masyarakat di Kabupaten Sekadau yang memanfaatkannya sebagai destinasi rekreasi baru di tengah kondisi lingkungan yang semakin kering.
Menyusutnya volume air sungai terpanjang di Indonesia ini tidak hanya mengubah lanskap tepian sungai, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas logistik. Sebuah kapal tongkang yang biasanya digunakan untuk mengangkut kernel sawit dilaporkan terjebak di tengah sungai akibat rendahnya permukaan air. Selain itu, fenomena langka munculnya batu besar yang dikenal warga lokal sebagai Batu Lisuk di Desa Merapi pun terlihat jelas ke permukaan karena air yang tidak lagi menutupi bebatuan tersebut.
Kondisi kekeringan ini memicu kekhawatiran serius terkait dampak ekologis dan sosial yang lebih luas. Penurunan permukaan air berdampak negatif terhadap ekosistem sungai, yang ditandai dengan mulai ditemukannya ikan yang mati. Para ahli dan otoritas setempat mengingatkan bahwa kondisi ini meningkatkan risiko krisis air bersih bagi warga, potensi intrusi air laut, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan yang cenderung meningkat selama musim kemarau ekstrem.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada bulan Agustus dan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga November 2026. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari setengah wilayah daratan Indonesia mengalami musim kemarau dengan kategori di bawah normal, yang artinya kondisi cuaca jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun biasanya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lingkungan yang mungkin menyertai kemarau panjang ini, mengingat Sungai Kapuas sebagai urat nadi kehidupan di Kalimantan Barat kini tengah menghadapi tekanan lingkungan yang cukup berat pada Senin, 7 September 2026. (*)

































