Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan

baraNews

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:51 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketegangan sempat menyelimuti kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, menyusul insiden tewasnya seorang warga bernama Bambang Setiawan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Bambang, yang berprofesi sebagai pedagang kaca, meninggal dunia diduga setelah menjadi korban pengeroyokan dalam kerusuhan yang terjadi di wilayah tersebut.

Habib Bahar bin Smith secara tegas melayangkan tantangan terbuka kepada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa nahas tersebut. Dalam kunjungannya ke rumah duka, beliau menekankan bahwa siapa pun yang terlibat—baik dari kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun aparat—harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Salah satu pihak yang sempat terseret isu keterlibatan adalah ormas GRIB Jaya. Merespons tantangan tersebut, Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal dengan Hercules, memberikan klarifikasi. Hercules membantah keras bahwa pihaknya berada di lokasi kejadian atau memerintahkan anggota untuk melakukan tindak kekerasan. Menurut Hercules, anggotanya telah diinstruksikan untuk tidak mengikuti aksi unjuk rasa tersebut dan hanya berada hingga kawasan LIPI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya meredam isu yang berkembang di media sosial dilakukan melalui komunikasi langsung antara Habib Bahar dan Hercules. Dalam pembicaraan telepon tersebut, kedua pihak saling mengklarifikasi fakta di lapangan. Komunikasi ini berhasil menurunkan ketegangan, di mana kedua tokoh sepakat untuk memastikan kebenaran informasi serta tidak terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi guna menjaga kondusivitas.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang
PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT
Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam
Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”
Aurelia Fediana Rilis Lagu “Selalu Ada”, Temukan Iman di Tengah Luka
Warga Mulai Antre Air Galon, Bukan Lagi Antre Gas
PERADI PROFESIONAL DKI JAKARTA DILANTIK DI JW MARRIOTT, TEKANKAN PERAN ADVOKAT DI TENGAH TANTANGAN HUKUM KOTA GLOBAL

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Aurelia Fediana Rilis Lagu “Selalu Ada”, Temukan Iman di Tengah Luka

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:24 WIB

Warga Mulai Antre Air Galon, Bukan Lagi Antre Gas

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:24 WIB

PERADI PROFESIONAL DKI JAKARTA DILANTIK DI JW MARRIOTT, TEKANKAN PERAN ADVOKAT DI TENGAH TANTANGAN HUKUM KOTA GLOBAL

Berita Terbaru