PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

baraNews

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pengangguran Sarjana yang membengkak jumlahnya tiap tahun cukup satu kata Presiden perintahkan Kementerian mendata lalu menmbantu penyaluran ke berbagai perusahaan maupun BUMN dan bahkan ditempatkan di semua Kementerian yang ada di negara NKRI sesuai dengan klasifikasi masing masing Sarjana pengungguran ini.

Langkah jitu yang perlu dibuktikan diwujudkan Yth Bapak H.Prabowo Subianto Presidenku Presidenku Presiden kita semua warga negara Indonesia”, jelas Profesor Doktor Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Perkumpulan advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi Media cetak onlen dalam luar negeri berkaitan meningkatnya jumlah Sarjana berbagai disiplin ilmu masuk ling pengangguraan ditiap daerah dari sabang hingga meureuke dari tahun ketahunnya diabaikan pemerintah Indonesia Dikantornya Pusat Markas Partai Oposisi Merdeka Dibilangan Cujantung Jakarta 28/8/2026 via telpon selulernya,

Situasi ekonomi yang belum membaik selama mendekati dua tahun Presiden RI Prabowo Subianto bekerja menjadi nakoda NKRI. Hal ini menjadi pertanyaan dan di tagih oleh rakyat luas KAPAN INDONESIA MEMBAIK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu banyaknya Sarjana menjadi pengangguran menjadi catatan khusus oleh semua para pendidik tingkat tinggi terutama Prof DR Sutan Nasomal SH,MH.
Sulitnya lapangan pekerjaan ditengah badai PHK.

Migrasinya perusahaan perusahaan dan pabrik dari Indonesia ke negara lain juga menjadi pangkal persoalan yang harus di kupas.

Menjadi tugas besar Presiden RI Prabowo Subianto menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH agar para pengusaha besar perusahaan dunia agar mau membangun perusahaan industri di NKRI. Sehingga para Sarjana bisa terserap menjadi tenaga kerja handal.

Kondisi sulit di Indonesia bisa 20 tahun baru selesai dengan catatan besar sistem dan mekanisme yang tidak sehat di Indonesia harus di matikan.

Tidak mungkin pohon padi ditanam di atas gurun yang tandus dan keras seperti batu.
Itulah istilah dari sesepuh Nusantara di masalalu.

Begitu sistem dan mekanisme yang berlaku saat ini merusak semua kepercayaan pengusaha dunia untuk membawa uangnya untuk di tanamkan di Indonesia.

Solusi lain menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Para Sarjana di Indonesia harus mampu mandiri dan berkarya. Menjadi pendiri perusahaan dan pencipta lapangan pekerjaan baru. Bukan menjadi pencari lapangan pekerjaan dan jadi BABU di kantor orang dengan upah rendah dan jauh dari kesejahteraan.

Para Sarjana lulusan di Indonesia semua sangat cerdas. Maka perlu kerjasama membangun dunia usaha mandiri padat karya. Sarjana harus bisa membentuk kelompok kerja disetiap wilayahnya dan mendirikan wadah baru dibanyak bidang.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media. Peluang pertanian atau peluang industri mesin serta peluang di bidang IT adalah satu bentuk seperti badan manusia di lengkapi jiwa dan ruh. Para sarjana pasti paham agar masing masing menggeluti menciptakan lapangan usaha lokal dan nasional. Menciptakan lapangan usaha di jaringan pasar Indonesia dan International.

Para Sarjana dengarlah nasehat ini : Jangan menunggu hujan dari langit dan air di tempayan di buang sia sia.
Jangan menunggu belaskasihan orang lain untuk belajar berdiri padahal sangat mampu berdiri dan berlari dengan mandiri. Semua perlu proses. Maka ciptakan kelompok karya kerja sarjana Indonesia.

Bila mendapatkan kendala. Silahkan hubungi Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Mungkin pengalaman dan ilmu yang bermanfaat Prof DR Sutan Nasomal bisa membantu. Hubungi Prof di wa/hp +62 811-8419-260
Bentuklah jaringan kerja karya kelompok untuk berkarya dan membangun usaha.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional,Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Rektor Univ STIA STIH Pronass Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocate .

Berita Terkait

Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!
Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN
KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR
Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang
Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terbaru