Prof. Sutan Nasomal Dukung Presiden Prabowo Gandeng Negara Maju: Indonesia Jangan Mau Diancam Negara Manapun!!!

baraNews

Selasa, 3 November 2026 - 20:45 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pakar Hukum Internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyatakan dukungan terhadap Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, untuk memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara maju dalam pengembangan teknologi internet, sekaligus memperkuat kedaulatan digital dan keamanan nasional Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online dalam maupun luar negeri melalui sambungan telepon seluler dari kantornya di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, kawasan Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (1/11/2026).

Menurut Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, Indonesia merupakan negara dengan pasar digital yang sangat potensial. Karena itu, pemerintah perlu membuka peluang kerja sama teknologi dengan berbagai negara, termasuk Jepang, China, serta negara-negara Eropa, sepanjang hubungan tersebut dibangun atas prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto apabila memperluas kerja sama dengan negara-negara maju dalam bidang teknologi internet. Silakan bekerja sama dengan siapa pun, asalkan saling menguntungkan dan tetap mengutamakan kepentingan, keamanan, serta kedaulatan bangsa Indonesia, “ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH

Indonesia Jangan Bergantung pada Satu Negara

Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, menegaskan bahwa kebutuhan internet nasional tidak boleh menjadi celah bagi pihak asing untuk memberikan tekanan politik maupun ekonomi terhadap Indonesia.

Ia menyoroti kemungkinan adanya ancaman pemutusan akses jaringan internet internasional sebagai persoalan serius yang harus diantisipasi pemerintah.

“Indonesia adalah bangsa besar dan berdaulat. Jangan sampai hanya karena membutuhkan akses internet, negara kita bisa diancam, diintimidasi, bahkan didikte oleh negara lain. Jika ada mitra yang terbukti melakukan ancaman seperti itu, pemerintah harus berani mengevaluasi kerja samanya, “tegasnya.

Meski demikian, Sutan Nasomal tidak menyebutkan secara spesifik negara yang dimaksud maupun bukti ancaman pemutusan jaringan tersebut. Karena itu, pernyataannya merupakan pandangan dan peringatan mengenai potensi ketergantungan teknologi.

Kabel Internet Bawah Laut Bukan Satu-satunya Pilihan

Lebih lanjut, Sutan Nasomal mengingatkan bahwa infrastruktur kabel serat optik bawah laut, meskipun menjadi tulang punggung konektivitas internet global, tetap memiliki risiko gangguan akibat kerusakan teknis, bencana alam, maupun konflik geopolitik.

Menurutnya, Indonesia harus memperkuat sistem jaringan alternatif melalui pengembangan teknologi satelit komunikasi, perluasan infrastruktur domestik, dan diversifikasi jalur konektivitas internasional.

“Kabel internet bawah laut bukan satu-satunya jalan. Masih banyak teknologi dan negara maju yang dapat diajak bekerja sama. Indonesia harus memiliki berbagai pilihan agar tidak bergantung pada satu jalur ataupun satu negara, “jelasnya.

Ia menilai pengembangan jaringan internet nasional harus diarahkan pada sistem yang lebih tangguh, aman, dan mampu menjamin keberlangsungan komunikasi masyarakat maupun pelayanan pemerintahan.

Sutan Nasomal Dorong Komdigi Buka Kerja Sama Global

Dalam pernyataannya Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, turut mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) agar memperluas peluang kemitraan internasional, khususnya dengan negara-negara yang memiliki keunggulan teknologi telekomunikasi dan satelit.

Menurutnya, kerja sama tersebut harus tetap memperhatikan perlindungan data nasional, keamanan siber, kepentingan ekonomi dalam negeri, serta penguasaan teknologi oleh sumber daya manusia Indonesia.

“Komdigi harus membuka pintu selebar-lebarnya bagi negara maju yang ingin membangun kerja sama teknologi dengan Indonesia. Namun, kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai bangsa ini hanya menjadi pasar tanpa memperoleh manfaat teknologi yang nyata, “katanya.

Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, juga mengingatkan bahwa penguatan infrastruktur digital tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan komunikasi masyarakat, tetapi juga menyangkut keamanan negara, kegiatan ekonomi, pendidikan, pertahanan, dan pelayanan publik.

Kedaulatan Digital Harus Menjadi Kepentingan Nasional

Sebagai Ketua Umum PAMID dan pemerhati persoalan nasional Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat terus memperkuat kemandirian teknologi Indonesia melalui kerja sama internasional yang terukur.

Ia menekankan bahwa kemitraan dengan negara asing tidak harus dihindari, tetapi perlu dikelola secara profesional dengan mengutamakan kepentingan jangka panjang bangsa.

“Indonesia harus mandiri dan merdeka dalam penguasaan teknologi internet. Kita boleh bekerja sama dengan negara mana pun, tetapi jangan sampai kehilangan kedaulatan. Indonesia tidak boleh direndahkan, diancam, ataupun didikte hanya karena persoalan kebutuhan internet, “pungkas Prof. Sutan Nasomal SH MH.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar penguatan keamanan dan ketahanan infrastruktur digital nasional mendapat perhatian dalam pengembangan kerja sama teknologi internasional. Nara Sumber Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Mengapa Indonesia Belum Rontok Seperti Afrika
Profesor Sutan Nasomal Setuju Presiden RI Rangkul Negara Lain Bekerja Sama Terkait Internet Untuk Kemajuan Keamanan Negara Indonesia!!!
Hentikan Tudingan Narasi Liar Pada Menteri Imipas Agus Andrianto, Tuduhan Itu Keliru dan Menyesatkan
Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta secara resmi memulai babak baru kepengurusan
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
Terungkap Dugaan Penyalahgunaan Dana PT GME, Hj Rosalina Minta Fauzan Fadel Segera Lunasi Pinjaman Sesuai Keputusan MA

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:11 WIB

Babinsa Koramil 1411-01/Gantarang Sosialisasikan Peneriman TNI AD

Kamis, 5 November 2026 - 05:37 WIB

Pelepasan Prajurit Kodim 1411/Bulukumba: Simbol Dedikasi dan Penyegaran Organisasi TNI AD

Kamis, 5 November 2026 - 04:14 WIB

Binrohtal Polres Bulukumba, Membaca Surat Yasin Jadi Salah Satu Solusi Menghadapi Permasalahan

Rabu, 4 November 2026 - 17:52 WIB

Pengobatan Alat Vital Jakarta Aa Anang, Handal dan Profesional

Rabu, 4 November 2026 - 17:13 WIB

FPPK Luruskan Isu Sertifikat 507: Yang Dilaporkan ke Polda NTB Dugaan Rekayasa Berita Acara Batas, Bukan Sertifikatnya

Rabu, 4 November 2026 - 08:32 WIB

Kapolres Bulukumba Silaturahmi dengan Ketua NU, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 08:27 WIB

Hadir di Jalan, Mengabdi untuk Keselamatan: IPDA Ashar Aktif Turun Langsung Amankan Lalu Lintas di Bulukumba

Rabu, 4 November 2026 - 05:04 WIB

Polisi Peduli, Bhabinkamtibmas Evakuasi Warga yang Membutuhkan Perawatan Medis

Berita Terbaru