Sindikat Uang Palsu Rp 36 Miliar di Tangsel Raup Keuntungan Tiga Kali Lipat, Polisi Masih Dalami Motif

baraNews

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:47 WIB

50896 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap praktik pembuatan uang palsu senilai Rp 36 miliar di kawasan Gudang Industri Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan. Empat orang tersangka berhasil diamankan, masing-masing berinisial S, NC, D, dan AB. Mereka diketahui menjalankan produksi uang palsu sejak Maret 2026 dengan target peredaran ke sejumlah wilayah, termasuk ke sektor perbankan swasta.

Pembongkaran kasus bermula dari penelusuran intensif aparat kepolisian terhadap aktivitas mencurigakan di salah satu gudang industri. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku memproduksi uang palsu pecahan Rp 100 ribu dengan keuntungan tiga banding satu. Dengan kata lain, tiga lembar uang palsu hanya setara dengan satu lembar uang asli yang digunakan untuk modal produksi.

“Mereka mengambil keuntungan dari selisih tersebut. Jadi dari tiga lembar uang palsu nilainya hanya setara satu lembar uang asli,” ujar Kepala Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon, saat memberikan keterangan kepada pers di Tangerang Selatan, Sabtu (22/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pengembangan penyidikan, diketahui bahwa tersangka AB berperan sebagai otak sindikat sekaligus penyandang dana utama. Ia merekrut S, NC, dan D untuk merakit alat, mengatur logistik, serta memproduksi lembaran uang palsu selama kurang lebih empat bulan. Seluruh proses didanai AB yang telah menyiapkan sarana dan memberikan uang muka sebelum produksi dimulai.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan alat percetakan khusus dengan nilai investasi mencapai Rp 1 miliar. Menurut penilaian aparat, kualitas uang palsu yang diproduksi termasuk grade A, dengan tingkat kemiripan yang nyaris seperti uang asli.

Rencana distribusi uang palsu tersebut terpecah pada dua jalur, salah satunya melalui salah satu bank swasta yang saat ini masih dalam pendalaman. Polisi menduga modus pencampuran antara uang asli dan palsu digunakan agar keberadaannya lebih sulit dideteksi saat proses peredaran berlangsung.

Pihak kepolisian masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain di luar kelompok inti, termasuk mendalami motif di balik produksi massal uang palsu tersebut. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah aksi sindikat tersebut bermotif ekonomi murni, atau mengandung unsur sabotase terhadap stabilitas rupiah.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 374 dan atau Pasal 375 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 36 dan atau Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman pidana bagi para pelaku mencapai 15 tahun penjara. Polisi menegaskan upaya penindakan akan terus dilakukan guna mencegah peredaran uang palsu yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian nasional. (*)

Berita Terkait

Seorang Guru SMP di Tangerang Diduga Lecehkan Siswinya
Diduga Pabrik Olie Palsu Kembali Beroperasi di Nerogtog, Profesor Sutan Nasomal Desak Aparat Bertindak !
Meriah dan Penuh Aksi! 470 Anggota PMR Tunjukkan Kekompakan di Latgab PMI Mekar Baru
Wagub Babel Hellyana Didakwa Gunakan Ijazah Palsu, Jaksa Ungkap Temuan soal Tanda Tangan Rektor
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, 1.006 Hektare Lahan Terbakar
Hakim Nyatakan Gugatan Praperadilan Dokter Tifa Gugur Demi Hukum
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru