Polri Ungkap Pembakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatera Disengaja untuk Lahan Sawit

baraNews

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:26 WIB

50190 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri memastikan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan merupakan tindakan yang disengaja, bukan dipicu oleh fenomena alam atau dampak El Nino. Motif utama di balik aksi pembakaran ini adalah untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit secara ilegal.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (23/8/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka terkait kasus ini. Penangkapan tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan berbagai barang bukti di lokasi kejadian yang menunjukkan adanya persiapan sistematis untuk melakukan pembakaran.

Dalam proses penggeledahan dan olah tempat kejadian perkara di sembilan wilayah hukum polda, kepolisian menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan kesengajaan tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain 35 buah korek api, bahan bakar minyak jenis solar dan pertalite, oli bekas, serta berbagai peralatan pertanian seperti parang, kapak, cangkul, hingga bibit sawit yang siap tanam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pihak kepolisian, pelaku sengaja memanfaatkan musim panas untuk mempermudah proses pembakaran lahan. Lahan yang telah dibersihkan melalui cara pembakaran tersebut kemudian dipersiapkan untuk ditanami kelapa sawit saat memasuki musim hujan. Strategi penegakan hukum yang dijalankan Polri saat ini mencakup pemantauan titik panas (hotspot) secara intensif. Jika terdeteksi adanya indikasi kebakaran, petugas di lapangan akan segera melakukan verifikasi dan pemadaman sebelum dilakukan proses olah tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. (*)

Berita Terkait

Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair
Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru