Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

baraNews

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

50189 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 30 – 8 – 2026, – Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menganalisa bahwa Jutaan Pedagang Dengan modal kecil mengalami krisis dan bangkrut dampak dari sebuah kebijakan program Pemerintah RI di sektor ekonomi lumpuh.

Mas No pedagang bakso mengkisahkan pengalaman pahit getirnya setelah Program MBG di laksanakan. Omsetnya menurun 80% akibat menurunnya daya beli masyarakat. Dari tahun 1994 berdagang bakso solo di kabupaten Bogor sampai tahun 2024 tidak pernah mengalami penurunan daya beli pelanggan sampai 80%.

Menurut Mas No. Ribuan warung makanan dan pedagang didekat sekolah juga mengalami kebangkrutan. Sumber pendapatan orang kecil padam dan hilang. Menjadi ruang luas terbuka jutaan penduduk menjadi pengangguran serta semakin miskin. Yang menikmati Program MBG hanya pengusaha bermodal besar. Karena untuk bisa bermitra membangun dapur SPPG itu harus ada modal diatas 2 milyar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merasa semakin tergerus modal kecilnya mas no tidak lama lagi tidak bisa usaha dagang bakso lagi, dampak situasi usaha semakin sepi. Dagang bakso dengan mengontrak kios pertahun 35 juta ukuran 5 meter x 10 meter di dekat pasar cikreteg caringin Bogor selama 24 tahun ini telah di tekuni mas no.

Begitu juga dengan jutaan masyarakat pemodal kecil lainnya seluruh Indonesia. Merasakan menurunnya daya beli masyarakat saat ini, sehingga di ambang krisis besar atau di ambang kebangkrutan.
Para pedagang gorengan tempe tahu juga menyampaikan hal yang sama bahwa daya beli masyarakat sangat menurun drastis selama setahun lebih.

Persoalan ini menjadi perhatian Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Kemiskinan semakin meluas di masyarakat Indonesia. Mencari penghasilan untuk menopang kehidupan agar bisa punya uang empat juta perbulan saja sudah tidak mungkin. Setiap keluarga yang kurang mampu umumnya mengontrak rumah petakan dengan nilai satu juta lima ratus ribu atau dua juta perbulan. Biaya untuk makan sehari hari saat ini hanya seketemunya. Yang penting bisa masak nasi setiap hari dari dua liter beras yang di masak.

Kondisi masyarakat saat ini tidak sedikit yang harus makan sehari hanya sekali karena tidak ada biaya untuk membeli. Juga banyak masyarakat yang bisa makan dengan melakukan pekerjaan mengemis. Kalau tidak begitu pada kelaparan.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH meminta Presiden RI Prabowo Subianto mencopot para menterinya yang tidak becus bekerja atau tidak paham bahwa rakyat sudah mulai tidak bisa makan. Masyarakat tidak ada penghasilan dampak turunnya daya beli.

Presiden RI harus tegas kepada semua menterinya karena rakyat kalau kelaparan dan kebangkrutan dimana mana terjadi. Pasti mati kelaparan rakyat Indonesia. Maka nama baik Presiden yang menjadi buruk. Kepercayaan dan dukungan masyarakat hilang kepada Presiden. Bisa prahara perang terjadi.

Begitu sedihnya masyarakat karena merasakan semakin sulitnya mendapatkan penghasilan untuk makan sehari hari. Tidak semua orang bisa bertahan dengan situasi ekonomi parah seperti ini. Hal ini disampaikan Prof DR Sutan Nasomal SH,MH kepada para awak media. Ini sudah darurat lapar.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menilai laporan yang datang di meja Presiden RI dari para mentrinya tidak sesuai dengan fakta di masyarakat. Sehingga tidak ada gebrakan mengenai ekonomi agar masyarakat pemodal kecil bisa merasakan manfaatnya dan mampu bertahan untuk kehidupannya.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada awak media. Majunya sebuah negara bisa di lihat dari masyarakat pemodal kecil bisa mendapatkan penghasilan yang sehat dan mampu bertahan guna mencukupi kebutuhannya. Bila semakin banyak yang bangkrut maka negara tersebut sakit parah akibat banyak oknum tidak waras menduduki jabatan di pemerintahan. Hanya memperkaya diri dan para kelompoknya saja dan tidak perduli dengan nasib masyarakat.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ketua Umum, Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua Umum YPLBH Profesor s
Sutan Nasomal SH MH Rektor Univ STIA STIH Probass Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
Terungkap Dugaan Penyalahgunaan Dana PT GME, Hj Rosalina Minta Fauzan Fadel Segera Lunasi Pinjaman Sesuai Keputusan MA
Pengurus Pusat Aktivis Peduli Lingkungan Tolak Rencana Eksplorasi Blok Elang PT AMNT, Soroti Partisipasi Publik dan Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah
Kuatkan Tali Kasih di Perantauan, Antoni Silaban Panggil Keluarga Besar PPBJS Jabodetabek Saling Menopang
5 Disiplin Navigasi Konflik: Panduan Strategis-Praktis Menjaga Arah Organisasi
Kami Apresiasi Langkah Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut Pembebasan Bersyarat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:58 WIB

TINDAK KEDISIPLINAN SISWA, PERSONEL KODIM 1411/BULUKUMBA LATIH LDDK JURUSAN NKPI SMKN 1 BULUKUMBA DI PANTAI MERPATI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:44 WIB

Semua Cinta untuk Nakla, Polwan dan Bhayangkari Polres Bulukumba Jenguk dan Doakan Nakla.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Pemerintah Pusat Turut Bertanggungjawab Atas Anjloknya APBD Kab Siak Hampir Ro. 1 Triliyun Pendidikan Kesehatan Infrastruktur Terancam jadi Korban!!!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gencarkan Komsos dan Edukasi Hukum, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Terima Penyerahan Sukarela 1 Pucuk Senjata Api Rakitan dari Warga Perbatasan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:22 WIB

PEMBANGUNAN RTLH DI KELURAHAN ELA-ELA CAPAI PROGRES 99%, KODIM 1411/BULUKUMBA TERUS TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:19 WIB

BABINSA BONTO TIRO LAKUKAN PULDATATER DI DESA BONTOTANGNGA JAMIN VALIDASI DATA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:15 WIB

Hadiri Dialog Publik, Kapolres Bulukumba Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan 110 Polri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:19 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Berita Terbaru