Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

baraNews

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAAT SUNDA – Di tengah ancaman nyata erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih bertahan di Level III atau Siaga, PT ASDP Indonesia Ferry justru tetap mempertahankan operasional penyeberangan di lintasan vital Merak-Bakauheni. Meski aktivitas vulkanik berupa erupsi terus-menerus dan ancaman aliran lava disertai lontaran batu pijar kian mengkhawatirkan, otoritas penyeberangan bersikukuh bahwa layanan masih dalam kondisi normal.

Keputusan untuk tetap menjalankan kapal di perairan Selat Sunda ini memicu pertanyaan serius terkait standar keselamatan bagi ribuan penumpang yang melintas setiap hari. Pihak operator beralasan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan koordinasi dengan instansi terkait dan pemantauan ketat terhadap cuaca serta aktivitas vulkanik. Namun, kenyataan bahwa gunung tersebut masih menunjukkan aktivitas erupsi aktif seharusnya menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa dianggap remeh oleh pihak pengelola jasa transportasi.

ASDP berdalih bahwa langkah ini didasarkan pada rekomendasi otoritas berwenang, namun mereka juga mengaku siap melakukan penyesuaian operasional jika kondisi perairan berubah drastis atau mengganggu keselamatan pelayaran. Hingga Senin, 7 September 2026, belum ada penghentian layanan, meskipun pengawasan di lapangan diklaim telah diperketat. Pengguna jasa penyeberangan kini hanya diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas, sembari memantau informasi resmi jika sewaktu-waktu terjadi perubahan situasi yang memaksa penutupan jalur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keselamatan penumpang seharusnya menempati prioritas absolut di atas kelancaran arus logistik maupun mobilitas masyarakat antara Jawa dan Sumatera. Mengingat potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tidak bisa diprediksi, ketergantungan pada evaluasi situasional dinilai masih sangat rentan. Publik menanti ketegasan dari pihak otoritas untuk tidak ragu segera menghentikan pelayaran jika indikasi bahaya meningkat, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan di jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia ini. (*)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?
Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum
Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar
Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya
DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:08 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!

Jumat, 4 September 2026 - 19:20 WIB

Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Berita Terbaru

NASIONAL

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:35 WIB