PONTIANAK, 1 September 2026 – Sebuah rekaman video yang menampilkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, kembali beredar luas dan menjadi sorotan publik di media sosial. Dalam video tersebut, Krisantus menyampaikan pernyataan tegas terkait penolakannya terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya di wilayah Kalimantan Barat.
Video yang kini viral tersebut dikaitkan dengan narasi keterlibatan organisasi tersebut dalam kericuhan pasca-aksi demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Namun, setelah dilakukan penelusuran, pernyataan tersebut merupakan rekaman lama yang disampaikan pada 11 Mei 2025. Saat itu, Krisantus menyatakan sikapnya di tengah polemik rencana masuknya organisasi tersebut ke Kalimantan Barat yang dinilai berpotensi memicu konflik dan mengganggu ketenangan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Krisantus menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan memberikan ruang bagi organisasi yang berpotensi menciptakan kekacauan di Kalimantan Barat. Ia bahkan menyatakan tidak bersedia menerima audiensi dan akan memimpin langsung upaya untuk menjaga stabilitas serta ketertiban wilayah. Akibat sikap tegas tersebut, proses pengajuan surat keberadaan organisasi (SKO) GRIB Jaya di Kalimantan Barat sempat terhambat dan berada dalam status quo, dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri agar pihak terkait membangun komunikasi dengan organisasi masyarakat setempat.
Di sisi lain, munculnya kembali video tersebut bertepatan dengan adanya tuduhan keterlibatan GRIB Jaya dalam kericuhan di Jakarta. Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, membantah secara tegas keterlibatan lembaganya dalam aksi kekerasan maupun kericuhan pasca-demonstrasi. Wilson menjelaskan bahwa tindakan anggotanya di lapangan murni untuk menjaga wilayah agar tetap kondusif dan tidak diinisiasi oleh aparat kepolisian. Pihaknya juga menegaskan tidak terlibat dalam insiden yang terjadi di wilayah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, termasuk peristiwa yang menimpa seorang warga bernama Bambang Setiawan.

































