Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

baraNews

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:05 WIB

5078 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIAU – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan hukum tegas terhadap korporasi yang terbukti terlibat dalam praktik pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Presiden menyatakan tidak akan memberikan toleransi bagi pihak mana pun, termasuk korporasi, yang secara sengaja melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Sebagai bentuk sanksi administratif yang paling berat, Presiden memerintahkan untuk mencabut seluruh izin operasional perusahaan yang terindikasi terlibat dalam aktivitas terlarang tersebut. Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar ancaman, melainkan komitmen serius pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak kesehatan serta ekonomi akibat bencana asap.

Untuk merealisasikan instruksi tersebut, Presiden telah memerintahkan aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian hingga kejaksaan, serta tim intelijen untuk melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap setiap perusahaan yang dicurigai menjadi aktor di balik pembakaran lahan. Penindakan hukum yang ketat diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha agar tidak lagi menggunakan cara-cara ilegal dalam pengelolaan lahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pendekatan represif melalui penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya langkah preventif yang bersifat edukatif. Presiden mendorong agar upaya pencegahan karhutla dimulai dari tingkat paling dasar, yaitu desa. Masyarakat diimbau untuk memahami bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar merupakan tindakan yang dilarang dan memiliki risiko tinggi bagi keselamatan publik. Edukasi intensif dinilai krusial untuk membangun kesadaran kolektif agar praktik pembakaran tidak lagi menjadi pilihan bagi masyarakat maupun pihak korporasi di lapangan. (*)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?
Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum
Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar
Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terbaru