JAKARTA, 25 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada jajaran menteri di Kabinet Merah Putih terkait tuntutan kinerja yang maksimal dalam melayani rakyat. Dalam arahan yang disampaikan di hadapan para pembantunya, Kepala Negara menyatakan bahwa setiap pejabat di kabinet harus menunjukkan komitmen pengabdian yang nyata, dan ia tidak ragu untuk mempersilakan menteri yang merasa tidak mampu untuk segera mengundurkan diri.
Presiden menegaskan bahwa posisi menteri adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam mengelola keuangan negara untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa. Menurut Prabowo, banyak pihak lain yang memiliki kesiapan dan keinginan besar untuk menggantikan posisi mereka yang saat ini dianggap tidak mampu bekerja secara maksimal. Peringatan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya menuntut ritme kerja yang cepat dan disiplin tinggi.
Lebih lanjut, dalam arahannya, Presiden menyoroti pentingnya efisiensi pengelolaan keuangan negara melalui pencegahan kebocoran anggaran akibat praktik korupsi. Ia memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang dinilai berhasil melakukan perbaikan signifikan, seperti manajemen Danantara yang mampu meningkatkan penghasilan badan usaha milik negara secara drastis dalam waktu singkat. Keberhasilan tersebut, menurutnya, adalah bukti bahwa kepemimpinan yang jujur dan berorientasi pada kepentingan nasional mampu membawa perubahan bagi institusi.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah secara resmi meluncurkan proyek strategis pengembangan listrik tenaga surya dengan target kapasitas 100 Gigawatt dalam waktu tiga tahun ke depan. Presiden menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat kedaulatan energi Indonesia, sehingga bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri. Ia menekankan bahwa target tersebut harus dicapai dengan bukti nyata, bukan sekadar janji, dan ia bahkan memberikan tantangan kepada tim energi untuk mampu merealisasikan target tersebut dalam waktu yang lebih singkat yakni dua tahun.
Prabowo menambahkan bahwa semangat perjuangan di Kabinet Merah Putih harus terus dijaga, bahkan di hari libur sekalipun. Menurutnya, tidak ada ruang bagi hari libur atau tanggal merah untuk bersantai jika perjuangan untuk rakyat belum sepenuhnya tuntas. Hal ini dipandang sebagai konsekuensi dari pengabdian yang menjadi komitmen utama pemerintah saat ini. (*)































