Koordinator AMPB Diduga Diamankan Polisi Jelang Unjuk Rasa di DPR, Rekening Dana Aksi Masih Diselidiki

baraNews

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:46 WIB

5078 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, diduga diamankan aparat kepolisian di kawasan depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Insiden tersebut terjadi menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan AMPB di lokasi tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Supriyono tampak berada di dalam sebuah kendaraan minibus berwarna hitam berpelat nomor polisi, sebagaimana terlihat dalam rekaman video yang beredar di media sosial, Senin (24/8).

Keberadaan Supriyono bersama sejumlah anggota AMPB di Jakarta diketahui sudah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian mengenai status hukum Supriyono, apakah telah ditangkap ataupun hanya menjalani proses klarifikasi.

Kejadian tersebut mencuat di tengah perhatian publik terhadap pemanggilan Supriyono oleh penyidik Polda Metro Jaya. Sebelumnya, polisi mengumumkan pemanggilan klarifikasi terhadap penggalangan dana yang dilakukan AMPB melalui rekening pribadi milik Supriyono. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidik telah mengirim undangan klarifikasi kepada pihak terkait dan Supriyono dijadwalkan memberikan keterangan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Selain itu, polisi tengah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Sosial guna mendalami proses penghimpunan dana serta aspek legalitasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemanggilan terhadap Supriyono berkaitan langsung dengan dugaan pemblokiran rekening Bank Mandiri atas nama yang bersangkutan, yang disebut berisi dana sekitar Rp80,9 juta. Supriyono menyebut dana tersebut berasal dari iuran serta donasi masyarakat yang diperuntukkan mendanai kebutuhan peserta aksi selama berada di Jakarta. Namun, Polda Metro Jaya membantah telah memblokir rekening tersebut. Penundaan transaksi diakui memang diterapkan penyidik untuk kepentingan proses penyelidikan dengan merujuk pada Pasal 26 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, yang membatasi penundaan transaksi maksimal lima hari kerja.

Polisi menegaskan dana yang ada tetap tersimpan di rekening dan belum disita. Penyelidikan difokuskan pada klarifikasi tujuan serta mekanisme penghimpunan, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana. Koordinasi intensif dengan OJK dan Kementerian Sosial dilakukan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum. Hingga kini, massa AMPB masih menunggu kepastian terkait status koordinator mereka serta kelanjutan penyelidikan atas dana aksi tersebut. (*)

Berita Terkait

Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair
Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru