BALI – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 gigawatt (GW). Peresmian yang berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan kemandirian serta kedaulatan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi baru terbarukan.
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa target ambisius 100 GW ini harus dicapai dalam waktu singkat untuk memperkuat posisi Indonesia agar mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam sektor energi. Proyek strategis ini diawali dengan pembangunan 14 titik PLTS yang tersebar di sejumlah provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, dengan total kapasitas awal mencapai 5,3 GW.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Investasi Danantara serta jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dinilai bekerja efektif dalam mengelola aset bangsa. Selain menargetkan percepatan transisi energi, pemerintah juga berkomitmen untuk terus menekan ketergantungan pada impor minyak bumi dan gas elpiji melalui optimalisasi potensi energi domestik, termasuk geothermal dan ladang gas yang telah ditemukan.
Keberhasilan proyek ini diharapkan mampu menjadi bukti nyata atas kemampuan negara dalam mengelola kekayaan alam secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Presiden juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kabinet harus memiliki semangat pengabdian tinggi dan siap bekerja keras untuk mencapai target pembangunan ini demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia secara luas.(*)































