Pesawat Amfibi Malaysia Bantu Padamkan Karhutla di Sumatera, Angkut 6.000 Liter Air dalam 12 Detik

baraNews

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:42 WIB

50106 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG — Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) mengerahkan dua pesawat amfibi Bombardier CL-415MP untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Dua pesawat dengan nomor registrasi M71-01 dan M71-02 tersebut ditempatkan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, yang menjadi basis operasi, logistik, dan koordinasi selama misi berlangsung.

Dalam rekaman yang beredar, pesawat M71-02 terlihat melakukan manuver water scooping atau mengambil air secara langsung dari permukaan Sungai Lumpur, Sumatera Selatan. Air tersebut kemudian dibawa menuju lokasi kebakaran untuk dijatuhkan dari udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CL-415MP mampu membawa sekitar 6.000 liter air dalam sekali pengambilan. Pesawat jenis ini dirancang untuk mengambil air sambil bergerak di permukaan perairan sehingga tidak perlu kembali ke bandara setiap kali melakukan pengisian.

Proses pengambilan sekitar 6.000 liter air tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 12 detik. Sementara satu rangkaian operasi, mulai dari mengambil air hingga kembali melakukan water bombing di titik api, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tujuh menit, tergantung jarak dan kondisi operasi.

Pada tahap awal, operasi kedua pesawat asal Malaysia itu difokuskan pada kawasan sekitar Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Area yang menjadi sasaran operasi pemadaman disebut mencapai sekitar 20 kilometer persegi.

Bombardier CL-415MP merupakan pesawat amfibi yang dapat lepas landas dan mendarat di darat maupun perairan. Selain digunakan untuk operasi pemadaman kebakaran, varian multiperan tersebut dapat menjalankan misi pencarian dan pertolongan (SAR) serta patroli maritim.

Keterlibatan APMM menjadi bagian dari dukungan Malaysia dalam penanganan karhutla di Indonesia. Pesawat CL-415MP milik lembaga tersebut juga pernah dikerahkan untuk membantu operasi pemadaman karhutla di Sumatera pada 2015.

Penggunaan pesawat amfibi memungkinkan proses pemadaman dilakukan berulang kali dengan interval relatif singkat selama tersedia sumber air yang sesuai di dekat lokasi kebakaran. Kemampuan tersebut menjadi penting dalam upaya menekan penyebaran api, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui operasi darat. (*)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?
Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum
Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar
Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terbaru