Suta Widhya: Kesombongan Dibalas Tunai Oleh Rakyat?

baraNews

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:02 WIB

50342 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Sikap sombong dan kesombongan adalah sifat yang tidak diinginkan dalam banyak budaya dan agama. Sombong dapat diartikan sebagai sikap yang terlalu percaya diri dan meremehkan orang lain.

Adapun dampak sombong merusak hubungan komunikasi. Sikap sombong dapat merusak hubungan dengan orang lain karena membuatnya merasa tidak dihargai. Menghambat kemajuan, karena sombong dapat menghambat kemajuan karena membuatnya tidak mau belajar dari orang lain.

Bagaimana mengatasi sikap sombong? Tentu saja perlu mengembangkan kesadaran diri tentang kelebihan dan kekurangan orang lain dapat membantu mengatasi sombong. Cobalah berusaha untuk rendah hati dan menghargai orang lain niscaya akan dapat membantu mengurangi sombong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam banyak agama, termasuk Islam, sombong dianggap sebagai sifat yang tidak disukai oleh Allah. Oleh karena itu, banyak orang berusaha untuk mengembangkan sifat rendah hati dan menghargai orang lain.

“Sebagai anggota Dewan, Ahmad Sahroni dinilai sombong oleh Masyatakat luas. Padahal sikap itu bukanlah sifat yang diinginkan. Seharusnya sebagai anggota Dewan Sahroni dari Partai Nasdem harus memiliki sifat yang baik, seperti rendah hati dan mampu mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.” Ungkap Sekjen Koalisi Pembela Konstitusi dan Kebenaran (KP-K&K) Sabtu (30/8) sore di Sanggau, Kalimantan Barat.

Menurut Suta lebih lanjut, seharusnya Sahroni bersikap bijaksana yaitu mampu membuat keputusan yang adil dan tepat. Ia pun harus mampu bertanggung jawab atas ucapannya yang menghina pendapat masyarakat luas bahwa anggota ingin dibubarkan saja karena selama ini tidak aspiratif dan tidak akomodatif tindakannya termasuk keputusan yang diambil dalam sidang membuat undang-undang.

“Sifat sombong pasti dibayar tunai oleh Rakyat. Apa yang ditunjukkan oleh Bahlil, Sri Mulyani, Luhut Binsar Panjaitan dan banyak lagi para pembesar di era rezim Prabowo pun akan menjadi sasaran kemarahan rakyat. Ini semua ujungnya dapat menghambat kemampuan mereka untuk mendapatkan simpati rakyat luas,” lanjut Suta.

Mereka yang dalam pandangan Suta sebagai para Pelayan Masyarakat cenderung enggan mendengarkan pendapat yang berbeda dan anti kritik. Jadi, apa yang disombongkan karena secuil amanah yang diberikan oleh rakyat?

” Rakyat harus dilayani bukan ditindas, dilindas hingga tewas seperti yang terjadi pada Affan. Kami kuatir kehadiran era Mei 98 akan meledak bila para pembesar tidak juga arif. Di tengah kesusahan mereka seakan berpesta tanpa perasaan tanpa empati,” Tutup Suta.

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak”, Benny K Harman Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial
Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim
Iring-iringan Prabowo Lewat, Pengendara Gatot Subroto Protes dengan Klakson Panjang
Tanggapi Gugatan Ijazah, Presiden Jokowi: Jika Yakin Palsu Bawa Saja Buktinya ke Persidangan
Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Audiensi Pimpinan ABS dan FBO dengan Dewan Pelindung, Teguhkan Komitmen Pembentukan ABS Law Firm dan FBO Law Firm

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:58 WIB

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Senin, 18 Mei 2026 - 08:59 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues

Senin, 18 Mei 2026 - 06:55 WIB

PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:56 WIB

UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum

Berita Terbaru

NASIONAL

Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:37 WIB