Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair

baraNews

Minggu, 27 September 2026 - 17:51 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Proyek pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) yang merupakan bagian dari program pemerintah menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak meminta agar proses tender proyek tersebut berlangsung transparan, fair, dan sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa.

Program pembangunan Jargas disebut sebagai salah satu upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap jaringan gas bumi. Proyek tersebut berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam informasi yang beredar, proyek pembangunan jaringan pipa gas untuk rumah tangga tersebut terbagi dalam dua wilayah, yakni Jawa Barat dengan nilai sekitar Rp4,45 triliun dan Jawa Timur sekitar Rp3,8 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah perusahaan BUMN Karya disebut mengikuti proses tender, di antaranya PT Nindya Karya, PT PP, PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, serta perusahaan lainnya.

Besarnya nilai proyek dan posisinya sebagai pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat membuat proses pengadaan menjadi perhatian. Pengawasan terhadap tahapan tender dinilai penting untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama sesuai aturan.

Sorotan tersebut salah satunya disampaikan Beni Sihotang melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dalam surat tersebut, Beni menyampaikan dugaan adanya pihak dari perusahaan peserta tender yang melakukan pertemuan dengan pejabat di lingkungan Kementerian ESDM. Ia menyebut pertemuan tersebut berkaitan dengan proses tender dan menduga terdapat upaya untuk memengaruhi proses penentuan pemenang.

Beni dalam suratnya menyebut nama utusan PT Nindya Karya dan PT PP serta mencantumkan informasi mengenai lokasi dan pihak yang disebut hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia juga menilai dugaan tersebut perlu mendapat perhatian karena, menurutnya, berpotensi berkaitan dengan ketentuan mengenai penyelenggaraan negara, pencegahan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta persaingan usaha tidak sehat.

Surat terbuka tersebut turut ditembuskan kepada sejumlah lembaga, di antaranya Kejaksaan Agung, Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), serta pihak internal Kementerian ESDM.

Namun, informasi mengenai dugaan pertemuan dan upaya memengaruhi proses tender tersebut masih merupakan klaim yang disampaikan melalui surat terbuka dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.

Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut dalam surat tersebut, termasuk Kementerian ESDM dan perusahaan yang namanya dicantumkan, untuk memastikan konteks serta tujuan pertemuan yang dimaksud.

Di sisi lain, pengawasan publik terhadap proyek bernilai besar dinilai penting agar proses pengadaan berjalan transparan dan tidak menimbulkan konflik kepentingan.

Masyarakat juga berkepentingan terhadap hasil proyek Jargas karena pembangunan jaringan gas tersebut ditujukan untuk memperluas akses energi bagi rumah tangga.

Dengan demikian, tuntutan agar proses tender berlangsung fair bukan hanya berkaitan dengan siapa yang nantinya memenangkan proyek, tetapi juga menyangkut akuntabilitas penggunaan anggaran serta kualitas pembangunan infrastruktur yang akan digunakan masyarakat.

(*)

Berita Terkait

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?
Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 07:16 WIB

Wujud Sinergitas, Personel Koramil Gantarang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton Garuda

Selasa, 22 September 2026 - 07:13 WIB

Hubungkan 3 Desa, Koramil 1411-03/Kajang Gelar Karya Bakti Genjot Pembangunan Jembatan Perintis

Selasa, 22 September 2026 - 07:11 WIB

Wujud Kemanunggalan, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton Garuda

Senin, 21 September 2026 - 03:52 WIB

Wujud Sinergitas, TNI dan Warga Gantarang Bulukumba Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Senin, 21 September 2026 - 03:50 WIB

Genjot Pembangunan Jembatan Garuda, TNI dan Warga Herlang Bulukumba Kompak Gotong Royong

Senin, 21 September 2026 - 03:47 WIB

Sinergi TNI-Rakyat, Koramil 1411-03/Kajang dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda

Sabtu, 19 September 2026 - 08:11 WIB

Tingkatkan Akses Antardesa, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Berita Terbaru