Ke Mana Perginya Sampah Sisa Makanan? Warga Bubulak Melihat Pengolahannya di SWAM

baraNews

Jumat, 25 September 2026 - 14:00 WIB

5090 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto 1. Warga RW 10 Kelurahan Bubulak mengamati area pengolahan sampah organik saat mengikuti kegiatan Dospulkam IPB University di School of Waste Management (SWAM), Bogor Barat, Sabtu (19/9/2026).

Foto 1. Warga RW 10 Kelurahan Bubulak mengamati area pengolahan sampah organik saat mengikuti kegiatan Dospulkam IPB University di School of Waste Management (SWAM), Bogor Barat, Sabtu (19/9/2026).

Bogor Barat – Sampah sisa makanan menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada warga RW 10 Kelurahan Bubulak, Bogor Barat, dalam Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University di School of Waste Management (SWAM), Sabtu (19/9/2026).

Warga tidak hanya mendapat penjelasan tentang pemilahan, tetapi juga melihat langsung pengolahan sampah organik di lokasi tersebut.
Materi pengelolaan sampah domestik disampaikan Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc., dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University sekaligus pendiri SWAM.

Dalam pemaparannya, sampah rumah tangga dibedakan menjadi sampah organik, seperti sisa makanan dan sampah tanaman, serta sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sampah organik menjadi perhatian karena proses biodegradasinya dapat menimbulkan bau dan menghasilkan air lindi.

Foto 2. Pelet pakan yang diperlihatkan dalam praktik pemanfaatan larva BSF pada kegiatan Dospulkam IPB University di SWAM, Bogor Barat, Sabtu (19/9/2026).

Tumpukan sampah juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat. Karena itu, materi tersebut mendorong pengolahan sampah organik sejak dari sumbernya, termasuk melalui pengomposan dan pemanfaatan proses biologis.

Salah satu proses yang diperkenalkan adalah biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Dalam materi pengelolaan sampah domestik, larva BSF dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan.

Sementara itu, hasil pengolahan sampah organik juga dapat berupa kompos yang digunakan sebagai media tanaman.
Usai pemaparan, warga melihat area pengolahan dan mengikuti praktik pembuatan pelet berbahan larva BSF yang telah disiapkan.

Pelet tersebut diperuntukkan sebagai pakan ikan dan unggas, sebagaimana salah satu pemanfaatan larva BSF yang diperkenalkan dalam materi.

Berita Terkait

Fathan Subchi: Jalin Silaturahmi, Perkuat Sinergi Melalui Halal Bihalal PDBN
Kedai Mamah Pekansari Sentul, Ajak Masyarakat Gemari Produk UMKM
Gerakan Pemuda Merdeka Tolak MBG dan Koperasi Merah Putih
Innerlight Reward Trip: 5 Hari Kenangan Tak Terlupakan di Negeri Gajah Putih
Serah Terima Jabatan Wakil Komandan dan Penyerahan Jabatan Dansatlat PMPP TNI: Momen Strategis Regenerasi Kepemimpinan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru