Desakan Mundur Kapolri Menguat Usai Ojol Tewas Terlindas Kendaraan Brimob, Lokataru Nilai Reformasi Polri Harus Total

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:07 WIB

50484 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya mencuat setelah insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) terlindas kendaraan taktis Brimob Polri di Jakarta.

Tuntutan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, dalam konferensi pers bersama tim advokasi untuk demokrasi bertajuk “Darurat Kekerasan Polri, Pejabat Arogan, Aparat Beringas, Rakyat Jadi Korban” di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

“Lokataru memandang bahwa sekalipun Listyo Sigit sebagai Kapolri mencium seluruh kaki korban, itu tidak menggugurkan dosa hukumnya. Jadi kami mendesak agar Listyo segera mundur, dan Presiden Prabowo Subianto mencabut jabatannya,” kata Delpedro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menuntut pengunduran diri Kapolri, Lokataru juga mendesak adanya pemecatan polisi-polisi yang terlibat tindakan kekerasan terhadap massa aksi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Bukan hanya sebatas reformasi. Lokataru menuntut adanya pemecatan massal di kepolisian—mulai dari Kapolri, Kapolda, hingga aparat di lapangan—yang kerap terlibat bentrok dan menyebabkan jatuhnya korban,” ujarnya.

Delpedro juga menyoroti peran sejumlah anggota DPR yang dinilai memberikan pernyataan provokatif. “DPR juga harus memecat anggota-anggotanya yang memberikan provokasi atau pernyataan yang menyulut amarah publik,” tambahnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf terkait insiden yang menewaskan pengemudi ojol tersebut.

“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban, keluarga, serta seluruh keluarga besar ojol,” ucap Kapolri.

Peristiwa ini menambah panjang deretan kritik terhadap Polri, khususnya dalam penanganan aksi massa yang dinilai kerap berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban dari kalangan sipil. (*)

Berita Terkait

Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan
Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah
Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang
Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:29 WIB

BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Eks Menteri Agama Yaqut Qoumas Didakwa Korupsi Rp622 Miliar dari Kuota Haji Tambahan

Berita Terbaru