Kejanggalan Penemuan Brankas di Kediaman Febrie Adriansyah Picu Sorotan Publik

baraNews

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:44 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Penemuan brankas berukuran besar yang berisi uang tunai dalam jumlah fantastis serta emas seberat 74 kilogram di sebuah rumah di Sentul, Jawa Barat, tengah menjadi pusat perhatian. Pakar ekonomi dan kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy, menyoroti adanya logika janggal terkait kepemilikan aset tersebut, mengingat Febrie Adriansyah, yang menjabat sebagai pejabat penegak hukum, dikabarkan tidak mengakui brankas tersebut sebagai miliknya.

Ichsanuddin menjelaskan bahwa instalasi brankas dengan dimensi yang melebihi tinggi manusia tersebut mustahil dilakukan tanpa adanya renovasi atau pembongkaran struktur bangunan yang signifikan. Secara prosedural, tindakan tersebut seharusnya memerlukan izin dari pemilik rumah. Hal ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai siapa pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas penyimpanan aset dengan nilai nominal yang sangat besar tersebut di lokasi kediaman yang jarang ditempati.

Dalam perspektif penegakan hukum, situasi ini dinilai sangat berbahaya karena secara tidak langsung mengundang risiko keamanan serta menimbulkan kecurigaan publik mengenai asal-usul transaksi di baliknya. Prinsip money follow the transaction menjadi kunci yang harus diuber oleh otoritas terkait untuk membedah keterkaitan antara aset tersebut dengan berbagai kasus besar yang sedang ditangani, seperti skandal Asabri, PT Krakatau Steel, hingga proyek PLTU batu bara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena pergeseran posisi Febrie dari subjek hukum menjadi objek dalam investigasi ini juga dianggap sebagai cerminan adanya problem besar dalam penegakan hukum di Indonesia, termasuk dugaan tumpang tindih fungsi antarinstitusi penegak hukum. Adanya narasi mengenai perlawanan balik dari para koruptor atau corruptors fight back menjadi isu yang kian menguat di tengah upaya pemulihan aset negara. Hingga saat ini, publik masih menanti transparansi serta audit posisi secara kronologis guna mengungkap motif serta aktor sebenarnya di balik misteri brankas tersebut. (*)

Berita Terkait

Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair
Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Bulukumba Gelar Penyuluhan Lalu Lintas dan Salurkan Sembako kepada Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Arogansi di Ruang Pengadilan: Aksi Siram Air AMPB di PN Pati Coreng Marwah Peradilan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:57 WIB

TAMBANG DI MANYAMPA DISEGEL, DLHK TURUN KE LOKASI: PENEGAKAN HUKUM JANGAN BERHENTI PADA GARIS SEGEL!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Polres Bulukumba Kembali Bagikan Makanan di Jumat Berkah, Sediakan Menu Sehat dan Enak.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:43 WIB

Tak Hanya Atur Lalu Lintas Pagi, Aiptu Usman Turut Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:20 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Rampungkan Pembangunan Jembatan Garuda Penghubung Dua Desa di Herlang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:13 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Rampungkan Pembangunan Jembatan Garuda Penghubung Dua Desa di Herlang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:10 WIB

Aksi Nyata Cegah Luapan Air, Babinsa Bersama Pemerintah dan Warga Tanah Kongkong Gelar Kerja Bakti Massal

Berita Terbaru