Jakarta – Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menemukan Bima Permana Putra, warga yang sempat disebut hilang usai aksi unjuk rasa ricuh di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Pria berusia 23 tahun itu ditemukan dalam kondisi selamat di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (17/9/2025), sekitar pukul 13.55 WIB.
Kabar penemuan Bima disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan kepada wartawan.
“Update informasi dari tim khusus pencarian orang hilang, Polda Metro Jaya telah menemukan satu orang warga tersebut,” ujar Brigjen Ade Ary, Rabu (17/9).
Bima sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Instagram milik KontraS (@kontras_update) mengunggah daftar nama warga yang hilang sejak demo pada 30–31 Agustus 2025. Dalam daftar tersebut, Bima disebut sebagai non-demonstran yang terakhir terlihat di kawasan Glodok pada 31 Agustus.
Meski tidak ada laporan resmi dari keluarga ke pihak kepolisian, Polda Metro Jaya tetap menindaklanjuti informasi viral tersebut. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum yang dipimpin AKBP Resa Fiardi Marasabessy langsung melakukan pelacakan secara digital dan fisik.
Hasilnya, Bima ditemukan di area Klenteng Eng An Kiong, Jl RE Martadinata No 1, Kota Lama, Kecamatan Kedaung Kandang, Kota Malang.
“Yang bersangkutan ditemukan di sekitar Klenteng Eng An Kiong dalam kondisi sehat. Ia diketahui merupakan pedagang asongan yang sedang menjajakan mainan barongsai mini saat ditemukan,” kata Ade Ary.
Dalam pemeriksaannya, Bima mengaku tidak ikut aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta pada akhir Agustus lalu. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berada di kawasan Kwitang pada 29–31 Agustus hanya untuk berjualan.
“Ia tidak ikut demo. Pada 29 hingga 31 Agustus, Saudara BPP berada di Kwitang untuk berdagang. Lalu pada 1 September, ia pergi ke Tegal naik motor pribadi, dan di sana ia menjual motornya,” jelas Ade.
Setelah menjual motor, Bima melanjutkan perjalanan ke Malang menggunakan kereta api pada 2 September. Ia sempat menginap di hotel dari tanggal 3 hingga 5 September, lalu mulai berjualan mainan untuk anak-anak di sekitar area kelenteng tempat ia akhirnya ditemukan.
Sebelumnya, KontraS dalam unggahannya mengklaim ada tiga orang yang hilang usai unjuk rasa besar 30–31 Agustus. Mereka adalah:
- Bima Permana Putra – Non-demonstran, hilang sejak 31 Agustus, lokasi terakhir disebut di Glodok.
- M. Farhan Hamid – Demonstran, hilang sejak 31 Agustus, terakhir terlihat di sekitar Brimob Kwitang.
- Reno Syahputradewo – Demonstran, hilang sejak 30 Agustus, juga disebut terakhir terlihat di kawasan Brimob Kwitang.
Polda Metro Jaya sendiri kini telah membentuk Posko Pengaduan Orang Hilang di Aula Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, guna menindaklanjuti setiap informasi terkait warga yang belum dapat ditemukan pasca kericuhan demonstrasi.
“Kami akan terus membantu menelusuri keberadaan mereka yang dilaporkan hilang, baik secara resmi atau melalui informasi media sosial, dengan tetap menjunjung tinggi asas transparansi dan akurasi informasi,” tutup Ade Ary. (*)
































