Tagar #StopBayarPajak Menggema, Publik Pertanyakan Keadilan Fiskal

baraNews

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:02 WIB

50318 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Media sosial diramaikan seruan boikot pajak yang diwujudkan melalui tagar #StopBayarPajak. Gelombang percakapan daring ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap penggunaan dana negara yang dinilai tidak berimbang dengan layanan publik yang diterima masyarakat.

Banyak warganet menilai kontribusi mereka melalui pajak tidak kembali dalam bentuk pelayanan dasar yang memadai. Sebaliknya, pajak dianggap lebih banyak mengalir untuk membiayai fasilitas mewah bagi pejabat, aparat, hingga tunjangan anggota DPR.

Isu semakin menguat setelah mencuat narasi tentang besarnya tunjangan DPR yang dinilai kontras dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Eksekutif Indonesia Economic Fiscal (IEF) Research Institute, Ariawan Rahmat, menilai fenomena tersebut bukanlah hal baru. Menurutnya, seruan seperti ini muncul sebagai akumulasi kekecewaan publik yang berulang.

“Ini bukan persoalan sekali dua kali. Setiap kali masyarakat merasa ada ketimpangan antara kewajiban membayar pajak dan manfaat yang dirasakan, suara penolakan kembali mengemuka,” ujar Ariawan.

Perdebatan soal keadilan fiskal diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.(*)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak”, Benny K Harman Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial
Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim
Iring-iringan Prabowo Lewat, Pengendara Gatot Subroto Protes dengan Klakson Panjang
Tanggapi Gugatan Ijazah, Presiden Jokowi: Jika Yakin Palsu Bawa Saja Buktinya ke Persidangan
Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Audiensi Pimpinan ABS dan FBO dengan Dewan Pelindung, Teguhkan Komitmen Pembentukan ABS Law Firm dan FBO Law Firm

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:58 WIB

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Senin, 18 Mei 2026 - 08:59 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues

Senin, 18 Mei 2026 - 06:55 WIB

PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:56 WIB

UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum

Berita Terbaru

NASIONAL

Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:37 WIB