Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

baraNews

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI berhasil membongkar puluhan upaya penyelundupan emas ilegal yang melibatkan jaringan internasional di sejumlah bandara Indonesia. Praktik ilegal ini mengalami peningkatan signifikan sejak pertengahan Agustus 2026, dengan total nilai barang bukti yang disita mencapai lebih dari Rp800 miliar.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari kanal Tempodotco, rangkaian pengungkapan kasus ini intensif dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 10 hingga 13 Agustus 2026. Aparat mencatat bahwa para pelaku menggunakan berbagai modus operandi yang tergolong baru dan sangat terencana, mulai dari memodifikasi dinding koper, menempelkan emas pada tubuh kurir, hingga menyembunyikan emas berbentuk kapsul di dalam tubuh. Bahkan, ditemukan modus terbaru berupa pencampuran emas dengan bahan kimia tertentu hingga berbentuk gel yang dimasukkan ke dalam pakaian dalam untuk mengelabui deteksi metal di bandara.

Investigasi menunjukkan adanya keterlibatan jaringan warga negara asing, terutama dari Tiongkok dan India, yang berperan sebagai penggerak utama. Emas-emas tersebut diduga berasal dari praktik pertambangan emas tanpa izin yang marak di berbagai daerah di Indonesia, dengan Aceh menjadi salah satu titik pantauan utama. Tambang-tambang ilegal ini beroperasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan, menggunakan merkuri, serta didukung oleh ekosistem distribusi bahan logistik dan bahan bakar yang masif di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelaku memanfaatkan rute transit ke sejumlah negara seperti Hong Kong dan Uni Emirat Arab sebelum emas-emas tersebut dikirimkan ke negara tujuan akhir. Polisi menduga bahwa emas-emas ilegal tersebut telah melalui proses pencucian di luar negeri agar tampak legal dan memiliki sertifikat sebelum akhirnya diperjualbelikan kembali secara internasional, bahkan tidak menutup kemungkinan masuk kembali ke pasar domestik Indonesia.

Ketatnya pengawasan saat ini disinyalir dipicu oleh pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80 Tahun 2025 yang menetapkan bea keluar bagi ekspor emas. Kebijakan ini dinilai memicu para eksportir atau pihak terkait untuk menempuh jalur ilegal demi menghindari kewajiban pajak. Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap 11 lokasi yang diduga menjadi pusat pengolahan dan penyimpanan emas ilegal di Jakarta guna memutus rantai jaringan penyelundupan tersebut. (*)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?
Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum
Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar
Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya
DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terbaru