Gempa M5,8 Guncang Laut Maluku, Getaran Terasa di Ternate, Tidore, Halmahera, hingga Manado

baraNews

Sabtu, 26 Juli 2025 - 06:34 WIB

50460 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE | Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Laut Maluku pada Sabtu dini hari, 26 Juli 2025, pukul 04.30 WIB. Meski tidak menimbulkan kerusakan berarti dan tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa dirasakan cukup luas hingga ke sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Masyarakat sempat terkejut, terutama di wilayah pesisir, namun aktivitas kembali normal setelah situasi dinyatakan aman oleh otoritas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa terletak di laut pada koordinat 2,06° Lintang Utara dan 126,89° Bujur Timur. Titik tersebut berada sekitar 102 kilometer arah barat daya dari Pulau Doi, Maluku Utara, dengan kedalaman hiposenter 90 kilometer. Magnitudo awal sempat tercatat M6,0 namun kemudian diperbarui menjadi M5,8 setelah analisis data lanjutan.

Jenis gempa ini tergolong gempa menengah dan bersumber dari aktivitas dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan gempa bertipe oblique thrust, atau geser naik, yang umum terjadi pada zona subduksi aktif di perairan timur Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guncangan dirasakan cukup jelas di berbagai daerah. Di Halmahera Barat, Ternate, Tidore, dan Siau, getaran mencapai skala intensitas III MMI, yaitu terasa nyata dalam rumah dan seakan-akan truk berat sedang melintas. Di Manado, Minahasa, dan Kepulauan Talaud, intensitas dirasakan pada kisaran II hingga III MMI. Sementara di Bitung dan Halmahera Utara, guncangan berada pada intensitas II MMI, yang artinya hanya dirasakan oleh sebagian orang, dan benda-benda ringan seperti lampu gantung tampak bergoyang.

Hingga pukul 04.55 WIB, BMKG mencatat belum ada aktivitas gempa susulan atau aftershock. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya bagi warga yang berada di wilayah pesisir dan tinggal di bangunan yang sudah tua atau tidak tahan gempa. Pemeriksaan struktural terhadap rumah dan gedung perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan akibat getaran gempa.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu tidak benar atau hoaks. Pastikan informasi hanya diperoleh dari sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah setempat. Jangan kembali ke dalam bangunan sebelum diperiksa secara visual oleh pemilik atau otoritas lokal,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., dalam siaran pers dari Jakarta.

Secara tektonik, kawasan Laut Maluku merupakan salah satu zona paling aktif di Indonesia. Kompleksitas zona tumbukan di wilayah ini, akibat pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Filipina, dan Lempeng Pasifik, menjadikan kawasan tersebut rawan terhadap gempa bumi dengan berbagai mekanisme sumber. Beberapa peristiwa gempa di masa lalu bahkan sempat memicu tsunami lokal.

Namun berkat penguatan sistem pemantauan dan mitigasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat, banyak kejadian gempa kini dapat direspons lebih cepat dan tenang. Edukasi kebencanaan, latihan evakuasi, dan penguatan bangunan tahan gempa menjadi langkah penting dalam memperkecil risiko korban jiwa dan kerugian material.

BMKG menegaskan bahwa aktivitas seismik di wilayah Laut Maluku dan sekitarnya terus dipantau secara intensif. Setiap perkembangan signifikan akan segera diinformasikan kepada publik melalui kanal resmi seperti situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi lembaga.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, dan menjaga komunikasi dengan pihak berwenang jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kecepatan dan ketepatan informasi menjadi kunci penting dalam menghadapi setiap kejadian bencana geologi di Tanah Air. (*)

Berita Terkait

Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi
Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli
Prestasi, Disiplin, dan Sportivitas: XTC Academy Jateng Bersinar di KTI–JATIM
Bukan Sekadar Edukasi, PWPA Kartini Tanamkan Nilai Empati Lewat Program Anti Bullying
Cegah Salah Persepsi Prihal Pengurusan Sertifikasi Lahan Garap Blok Cinumpang, DPC.AWIBB Sukabumi Raya Temui Ketua Panitia Pelaksananya
Munas Paling Visioner: SWI Siapkan Gerakan Sosial dan Hijau Skala Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:48 WIB

AVATAR Desak Pengusutan Dugaan Lonjakan Harta Pejabat Pemkab Bogor, Siap Gelar Aksi Jilid 4 hingga Ada Tindak Lanjut Kejaksaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:20 WIB

Potret Kedekatan Polisi dan Masyarakat, Sampaikan Pesan Kamtibmas Secara Dialogis.

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Bupati Bulukumba Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 03:09 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Bulukumba Gelar Upacara Bendera Dipimpin Kapolres.

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:02 WIB

Jalan Poros Manyampa Rusak Total, Pemerintah Jangan Tutup Mata dan Telinga: Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Disebut Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Ziarah Rombongan Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Bulukumba

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:15 WIB

Doa Bersama Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Makodim 1411/Bulukumba

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:26 WIB

Resmob Polres Bulukumba Bergerak Cepat, 5 Terduga Pelaku Penganiayaan Diamankan

Berita Terbaru