Suporter Timnas Siap Tempuh Aksi Cap Jempol Darah Dukung Protes PSSI soal Wasit Kualifikasi Piala Dunia 2026

baraNews

Minggu, 21 September 2025 - 09:29 WIB

50439 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dukungan untuk langkah PSSI yang melayangkan protes keras atas penunjukan wasit pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia terus mengalir, khususnya dari kalangan suporter Timnas Indonesia. Mereka menilai keputusan AFC dan FIFA menunjuk wasit asal Kuwait dan China penuh tanda tanya.

Sekretaris Jenderal Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PPNSSI), Richard Achmad Supriyanto, menegaskan para pendukung Timnas bersiap memberikan dukungan total, termasuk dalam bentuk aksi massa dan pengumpulan cap jempol darah apabila belum ada tindak lanjut dari AFC pekan depan.

“Kami sudah kumpulkan tandatangan dan cap jempol darah sebagai bentuk solidaritas. Ini bukan gertakan, tapi bentuk cinta kami untuk Indonesia,” tegas Richard dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Minggu (21/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Richard, pemilihan wasit Ahmed Al-Ali (Kuwait) dan Ma Ning (China) untuk dua laga krusial Timnas kontra Arab Saudi dan Irak dinilai tidak netral. Ia mengatakan, keduanya sempat mendapat sorotan karena keputusan kontroversial di pertandingan Asia Tenggara yang melibatkan Vietnam dan Thailand.

“Kami khawatir jika wasit yang punya sejarah kontroversial memimpin laga Timnas, bisa merusak mental pemain dan hasil akhir pertandingan,” ungkapnya.

Koordinasi langsung dengan PSSI juga diklaim terus dilakukan. PPNSSI berharap federasi sepak bola Asia dan dunia mendengarkan suara pendukung Indonesia agar pertandingan berlangsung fair tanpa kejanggalan.

“Jika sampai minggu depan AFC dan FIFA diam, kami turun ke jalan. Kami akan kirimkan cap jempol darah sebagai bentuk protes serius,” tambah Richard.

Sementara itu, pengamat sepak bola nasional Ario Yosia mengingatkan bahwa perjuangan Timnas tetap harus mengedepankan fokus dan kesiapan teknis. Ia menyebut, tekanan mental akibat keputusan luar lapangan memang bisa berpengaruh, tapi penguasaan taktik dan konsistensi harus tetap jadi senjata utama.

“Wasit bisa saja memengaruhi jalannya laga. Tapi Garuda harus lebih besar dari itu. Hadapi Arab Saudi dan Irak dengan penuh fokus, profesionalitas, dan keberanian,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah mengonfirmasi bahwa federasi Indonesia telah mengirimkan surat protes resmi ke AFC dan FIFA. Erick menilai keputusan menunjuk wasit dari kawasan yang sama dengan calon lawan patut dipertanyakan.

“Kami ingin pertandingan yang fair. Kami tidak bicara menang atau kalah, tapi soal keadilan dan integritas,” kata Erick dalam pernyataan resmi.

Berikut daftar wasit yang ditunjuk AFC untuk dua laga krusial Timnas Indonesia:

🟥 Arab Saudi vs Timnas Indonesia (8 Oktober 2025)

  • Wasit: Ahmed Al-Ali (Kuwait)
  • AR1: Abdul Hadi Al-Anzi (Kuwait)
  • AR2: Ahmed Abbas (Kuwait)
  • Ofisial 4: Ammar Ashkanani (Kuwait)
  • VAR: Abdullah Jamali (Kuwait)
  • AVAR: Abdullah Al-Kandari (Kuwait)

🟥 Timnas Indonesia vs Irak (12 Oktober 2025)

  • Wasit: Ma Ning (China)
  • AR1: Zhou Fei (China)
  • AR2: Zhang Shang (China)
  • Ofisial 4: Shen Yan Hu (China)
  • VAR: Fu Ming (China)
  • AVAR: Sivakorn Pu-Udom (Thailand)

Isu ini terus berkembang, dan jadi bahan diskusi hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional. PSSI dan suporter berharap suara mereka cukup kuat untuk memberi tekanan pada AFC agar mempertimbangkan ulang keputusan komite wasit demi menjaga integritas pertandingan.

Kini tinggal menunggu, apakah suara “Garuda” didengar oleh para pemegang keputusan di tingkat Asia dan dunia. Jika tidak, aksi massa lengkap dengan “tinta merah” siap digelar.

Berita Terkait

BREAKING NEWS: KBRI Riyadh Keluarkan Imbauan Keamanan untuk WNI di Arab Saudi
Munas Paling Visioner: SWI Siapkan Gerakan Sosial dan Hijau Skala Nasional
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Interpol RI Lacak Jejak Perdagangan Bayi hingga Singapura, 17 Bayi Sudah Terkirim
Momen Bersejarah, Prabowo Siap Pidato di PBB Lanjutkan Jejak Diplomasi Sang Ayah
Tiba di New York, Presiden Prabowo Siap Pidato Perdana di Sidang Umum ke-80 PBB
9 ABK WNI Terlantar Hampir Setahun di Kapal Gas Falcon di Mozambik, Pemulangan Terkendala Cuaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:30 WIB

Bengkalis Digoyang! Polda Riau Ungkap Peredaran Heroin Besar-besaran, Dua Tersangka Ditangkap

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:22 WIB

AKPERSI Pekanbaru: Kritik Pendidikan Harus Berbasis Fakta, Pemerintah Kota Tetap Komitmen Majukan Sekolah

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:42 WIB

Agus Kliwir Warning Akun Medsos Ngaku Wartawan, Tak Penuhi Standar Pers

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:40 WIB

Viral Dugaan Pemilik Dapur MBG di Ogan Ilir Keluarkan Kata Tak Pantas, Publik Geram

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:52 WIB

Cinta Ditolak “Dibacok”, Ketua Bid. Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita Kecam Aksi Biadap

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:42 WIB

Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Bangkai Anak Gajah di Tesso Nilo

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:57 WIB

Eks Karesidenan Pati Bersih – Bersih Pers Abal-abal, SMSI dan Polresta Brantas Media Ilegal

Senin, 23 Februari 2026 - 18:26 WIB

MBG di Ogan Ilir Kembali Viral, Dua Sekolah Jadi Sorotan Publik & Ini Kata Korwil Sppgnya

Berita Terbaru