9 ABK WNI Terlantar Hampir Setahun di Kapal Gas Falcon di Mozambik, Pemulangan Terkendala Cuaca

baraNews

Minggu, 21 September 2025 - 09:23 WIB

50558 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mozambik – Nasib sembilan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang terdampar di atas kapal gas MV Falcon turut mengundang keprihatinan banyak pihak. Mereka telah hampir setahun tertahan di perairan Mozambik, Afrika, menyusul persoalan hukum dan insiden kecelakaan laut yang menimpa kapal bermasalah tersebut.

Menurut Duta Besar RI untuk Mozambik, Kartika Chandra Negara, seluruh kebutuhan logistik ABK telah diamankan, dan proses pemulangan kini tinggal menunggu cuaca memungkinkan untuk proses disembarkasi dari kapal.

“Semua persiapan telah kami atur, tinggal menunggu cuaca memungkinkan untuk proses disembarkasi,” ujar Chandra dalam wawancara dengan Pro3 RRI, Sabtu (20/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Staf KBRI disebut sudah berada di Pelabuhan Beira sejak pekan lalu. Sejumlah opsi rute penerbangan juga telah disiapkan sebagai bagian dari skenario evakuasi bila cuaca membaik.

“Kami menyiapkan opsi perjalanan lewat Johannesburg, Addis Ababa, atau Maputo, tergantung ketersediaan tiket serta situasi di lapangan,” tambahnya.

Soal gaji para ABK yang disebut belum dibayar, Chandra menegaskan pihak kapal berbendera Gabon yang berbasis di Italia wajib memenuhi hak-hak pekerja. Saat ini organisasi pelaut internasional, International Transport Workers’ Federation (ITF), tengah mendampingi proses hukum para ABK terkait hal tersebut.

“ITF akan mendampingi dalam proses gugatan upah kepada pemilik kapal. Hak mereka harus dipenuhi,” tegasnya.

Chandra menyebut seluruh persoalan administratif, seperti dokumen perjalanan, visa, dan tiket, sudah beres. Namun, faktor cuaca dan kondisi kapal pasca-insiden tabrakan menjadi tantangan terbesar saat ini.

Sekadar informasi, MV Falcon ditabrak kapal nelayan pada Rabu (3/9/2025) pukul 01.45 waktu setempat, sehingga mengakibatkan kebocoran pada lambung kapal. Salah satu ABK, Andarias Aris, membenarkan insiden tersebut dan mengatakan kondisi kapal sempat memburuk.

“Kapal ditabrak kapal ikan. Akibatnya lambung kapal bocor dan cukup parah,” ujarnya kepada wartawan.

Para ABK diketahui berangkat dari Jakarta pada 7 Oktober 2024 dan tiba di Mozambik pada 24 Oktober 2024. Setelah membongkar muatan di Pelabuhan Beira, otoritas maritim setempat naik ke kapal dan menahan dokumen pelayaran serta ijazah para ABK, membuat mereka tidak bisa turun atau bekerja di kapal lain.

Selama hampir satu tahun terakhir, mereka hidup dalam situasi penuh ketidakpastian dan hanya bisa berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia lewat pesan daring.

“Komunikasi dengan keluarga tetap kami jaga. Kami berharap mereka bisa segera kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarga,” tutup Chandra.

Hingga berita ini ditulis, proses disembarkasi masih menunggu cuaca yang bersahabat. Pemerintah melalui KBRI terus berjaga, sembari berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan maskapai penerbangan agar para ABK lekas dipulangkan dari Afrika ke Indonesia.

Berita Terkait

Malaysia Klaim Dapat Izin Masuki Wilayah Udara Indonesia untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Longsor Tambang Emas Ilegal di Republik Afrika Tengah Renggut 100 Jiwa
Uzbekistan Menapaki Era Baru, Paduan Warisan Jalur Sutra dan Ambisi Modernisasi Asia Tengah
BREAKING NEWS: KBRI Riyadh Keluarkan Imbauan Keamanan untuk WNI di Arab Saudi
Munas Paling Visioner: SWI Siapkan Gerakan Sosial dan Hijau Skala Nasional
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Interpol RI Lacak Jejak Perdagangan Bayi hingga Singapura, 17 Bayi Sudah Terkirim

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 23:34 WIB

Rampung 100 Persen, Jembatan Gantung Perintis Garuda Siap Difungsikan untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 07:13 WIB

Hubungkan 3 Desa, Koramil 1411-03/Kajang Gelar Karya Bakti Genjot Pembangunan Jembatan Perintis

Selasa, 22 September 2026 - 07:11 WIB

Wujud Kemanunggalan, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton Garuda

Senin, 21 September 2026 - 03:52 WIB

Wujud Sinergitas, TNI dan Warga Gantarang Bulukumba Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Senin, 21 September 2026 - 03:50 WIB

Genjot Pembangunan Jembatan Garuda, TNI dan Warga Herlang Bulukumba Kompak Gotong Royong

Senin, 21 September 2026 - 03:47 WIB

Sinergi TNI-Rakyat, Koramil 1411-03/Kajang dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda

Sabtu, 19 September 2026 - 08:11 WIB

Tingkatkan Akses Antardesa, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Berita Terbaru