Kejati Sumsel Sita Rp506 Miliar dari Kasus Kredit Macet, Potensi Selamatkan Uang Negara Capai Rp1 Triliun

baraNews

Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:13 WIB

50591 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG | Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melalui tim penyidik pidana khusus menyita uang senilai Rp506,15 miliar dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit pada bank pelat merah kepada PT BSS dan PT SAL. Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan kasus sekaligus penyelamatan kerugian negara.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, mengatakan uang ratusan miliar itu merupakan hasil dari penelusuran aliran dana dan aset yang terkait dengan perkara. “Penyitaan ini juga dalam upaya penyelamatan kerugian keuangan negara atas dugaan korupsi yang terjadi,” ujar Vanny, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, langkah ini menjadi awal proses pengembalian uang negara yang dikorupsi. Dalam perkara tindak pidana korupsi, kata Vanny, fokus tidak hanya pada penetapan tersangka dan pemidanaan, tetapi juga pada pengembalian kerugian negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain uang yang sudah disita, Kejati Sumsel memproyeksikan masih ada potensi tambahan penyelamatan keuangan negara sekitar Rp400 miliar dari aset yang sudah diblokir dan rencananya akan dilelang. “Jika ditotal, penyelamatan keuangan negara bisa mendekati Rp1 triliun dari estimasi kerugian Rp1,3 triliun,” jelasnya.

Terkait penetapan tersangka, Vanny menegaskan tim penyidik masih mendalami bukti-bukti dan mengusut keterlibatan pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. “Tindakan hukum lanjutan akan segera dilakukan,” tegasnya.

Berita Terkait

Eks Menteri Agama Yaqut Qoumas Didakwa Korupsi Rp622 Miliar dari Kuota Haji Tambahan
Penanganan Kasus Penggeledahan Dinas Disorot, Publik Pertanyakan Sikap Kejari Rohil
Kajari Ogan Ilir Resmi Diganti, Arief Syafriyanto Dilantik Pimpin Kejari OI
DPP KAMPUD Apresiasi KEJATI Lampung Tetapkan 3 Tersangka Tipikor Anggaran Sekretariat DPRD Lampung Utara
Aktivis NTB Desak Penegak Hukum Segera Tindak Oknum DPRD yang Diduga Terlibat Korupsi
Empat Tersangka Korupsi Proyek PLTU 1 Kalbar Ditetapkan, Termasuk Mantan Dirut PLN
Korupsi Uang Perjalanan Dinas DPRD Tanggamus, DPP KAMPUD Minta KEJATI Lampung Umumkan Tersangka
Pemicu Kerusuhan Palembang-OKU Ternyata dari Medsos, 25 Orang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:19 WIB

PW GP Al Washliyah: Jangan Alihkan Kasus Penyadapan Ilegal, Stop Framing Isu Dasco Wapres

Selasa, 3 November 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian

Selasa, 3 November 2026 - 19:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Selasa, 3 November 2026 - 19:02 WIB

Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan

Selasa, 3 November 2026 - 18:51 WIB

Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri

Selasa, 3 November 2026 - 18:38 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Senin, 2 November 2026 - 15:26 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:34 WIB

GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara

Berita Terbaru

JABODETABEK

Remaja Korban Pembakaran Neneknya di Depok Meninggal Dunia

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:55 WIB