BULUKUMBA — Personel Koramil 1411-03/Kajang bersama warga masyarakat kembali bersinergi dalam aksi karya bakti pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Infrastruktur penyeberangan ini menjadi jalur vital yang menghubungkan tiga desa sekaligus, yakni Desa Sapanang, Desa Patiroang, dan Desa Tanah Towa. Selasa, 8 September 2026.
Dalam tahapan pengerjaan kali ini, fokus utama gotong royong diarahkan pada teknis penguatan struktur jembatan. Personel TNI dan warga bahu-membahu melakukan pengukuran cor tali slink angin serta dilanjutkan dengan penggalian untuk cor slink angin. Struktur ini sangat krusial guna menstabilkan bentangan jembatan gantung dari guncangan angin kencang.
Aksi lapangan ini dipimpin langsung oleh Danramil 1411-03/Kajang, Kapten Inf Arafiq. Pengerjaan fisik tersebut turut diperkuat oleh seluruh jajaran Personel Koramil 1411-03/Kajang dan ratusan masyarakat yang datang dari ketiga desa terkait.
Kapten Inf Arafiq menjelaskan bahwa pengerjaan slink angin ini menuntut ketelitian dan kerja keras agar jembatan memiliki daya tahan yang lama dan aman saat digunakan oleh masyarakat luas.
“Hari ini fokus kita adalah mengukur dan menggali dudukan cor untuk tali slink angin. Bagian ini adalah kunci keamanan jembatan gantung. Kehadiran masyarakat dari Desa Sapanang, Desa Patiroang, dan Desa Tanah Towa yang sangat antusias membuat pekerjaan berat ini terasa lebih ringan. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Danramil.
Hubungan erat antar-tiga desa ini diharapkan semakin kokoh seiring dengan berjalannya pembangunan fasilitas umum tersebut. Jika Jembatan Gantung Perintis Garuda ini rampung, akses ekonomi, pariwisata adat, serta mobilitas harian warga di Kecamatan Kajang dipastikan akan berjalan lebih cepat dan efisien.
(PENDIM 1411/BLK)

































