Program Kementerian Pertanian RI Disorot, Ketua Brigadir Pangan Keluhkan Puluhan Ton Pupuk Belum Diterima

Arie black

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

50156 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS.com, ROHIL | Program ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik.

Sejumlah Ketua Brigadir Pangan (BP) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, mengeluhkan belum tersalurkannya bantuan pupuk secara penuh sebagaimana yang dijanjikan dalam program tersebut.

Keluhan itu disampaikan Sekretaris BP Harapan Bersama Kecamatan Bangko, Lukman, Kamis (14/05/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut hingga kini bantuan pupuk Dolomit merek Bukit Shofa dengan jumlah diperkirakan mencapai puluhan ton belum diterima oleh beberapa Brigadir Pangan di wilayah Rohil, khususnya Kecamatan Bangko.

Menurut Lukman, kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan kelompok penerima manfaat.

Pasalnya, pupuk merupakan salah satu kebutuhan utama dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.

“Kurang lebih sekitar 30 ton pupuk Dolomit sampai hari ini belum kami terima. Padahal bantuan itu sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan konfirmasi kepada pihak Kementerian Pertanian melalui salah satu staff bagian di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) atas nama Karmila Ginting guna mempertanyakan kendala penyaluran bantuan tersebut.

Namun hingga kini, kata Lukman, belum ada kepastian maupun penjelasan resmi terkait kapan sisa bantuan pupuk itu akan disalurkan kepada kelompok Brigadir Pangan di Rohil.

“Kami berharap persoalan ini bisa didengar langsung oleh Menteri Pertanian RI, Bapak Andi Amran Sulaiman. Jangan sampai program yang bertujuan membantu petani justru menimbulkan persoalan di lapangan,” katanya.

Selain itu, Lukman juga menduga adanya indikasi kelalaian maupun permainan oknum tertentu dalam proses penyaluran bantuan pupuk tersebut karena hingga kini realisasi kekurangan pupuk belum juga diterima kelompok mereka.

Terpisah, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Rokan Hilir melalui Kabid Prasarana dan Penyuluhan DKPP Rohil, Kasbu, SP., saat dikonfirmasi mengaku mengetahui persoalan tersebut.

Menurutnya, pihak DKPP juga telah menyampaikan informasi kendala itu kepada salah satu Brigadir Pangan di Rohil.

Kasbu menjelaskan, keterlambatan penyaluran pupuk diduga terjadi karena pihak penyalur dari CV Delta Greenzone tidak sanggup menyalurkan bantuan pupuk hingga 100 persen sesuai batas waktu yang telah ditentukan dalam kontrak kerja sama dengan pihak kementerian.

“Informasi yang kami terima, pihak penyalur tidak mampu menyelesaikan penyaluran sesuai target dan waktu yang ditetapkan dalam kontrak,” ujarnya.

Ia juga berharap perusahaan penyalur tersebut dapat dievaluasi secara serius oleh pihak terkait, bahkan diusulkan untuk masuk daftar hitam (blacklist) apabila terbukti tidak mampu menjalankan program pemerintah secara tuntas dan profesional.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima media, Direktur CV Delta Greenzone berinisial BM ketika dikonfirmasi terkait keterlambatan penyaluran pupuk tersebut justru diduga melakukan pemblokiran nomor WhatsApp wartawan media Baranews.com tanpa memberikan klarifikasi resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kementerian Pertanian Republik Indonesia maupun CV Delta Greenzone belum memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan penyaluran pupuk bantuan tersebut.

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diperoleh dari sejumlah pihak terkait di Kabupaten Rokan Hilir.

Demi menjunjung tinggi asas keberimbangan informasi dan profesionalisme jurnalistik, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), CV Delta Greenzone, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.

 

 

Penulis: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

LSM AMTI Singgung Kinerja Kapolres Rohil, Desak Pengungkapan Dugaan Mafia Lintas Negara di Wilayah Pesisir
TNI dan Warga Bahu-Membahu Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda di Bulukumpa
Tommy Turangan, SH., Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Soroti Dugaan Aktivitas Ilegal di Pesisir Riau
Kinerja Bea Cukai Disorot, Dugaan Jalur Barang Ilegal dari Negeri Jiran Diduga Masih Berlangsung
Police Go To School, Sat Lantas Polres Bulukumba Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Kalangan Pelajar
Koramil 1411-03/Kajang Bersama Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda
Sentuh 105 Jiwa, Koramil 01/Gantarang Hadirkan Sumber Air Bersih Lewat Sumur Bor 100 Meter
TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda Hubungkan Dua Desa di Bulukumpa

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:19 WIB

LSM AMTI Singgung Kinerja Kapolres Rohil, Desak Pengungkapan Dugaan Mafia Lintas Negara di Wilayah Pesisir

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:33 WIB

TNI dan Warga Bahu-Membahu Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda di Bulukumpa

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:31 WIB

Tommy Turangan, SH., Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Soroti Dugaan Aktivitas Ilegal di Pesisir Riau

Senin, 27 Juli 2026 - 08:08 WIB

Police Go To School, Sat Lantas Polres Bulukumba Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Kalangan Pelajar

Senin, 27 Juli 2026 - 03:59 WIB

Koramil 1411-03/Kajang Bersama Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:41 WIB

Sentuh 105 Jiwa, Koramil 01/Gantarang Hadirkan Sumber Air Bersih Lewat Sumur Bor 100 Meter

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:20 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda Hubungkan Dua Desa di Bulukumpa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:04 WIB

что такое пункты в трейдинге: Что такое пункт point и пипс pip в трейдинге? Расчет и торговая стратегия

Berita Terbaru

public

Coronavirus disease 2019

Senin, 27 Jul 2026 - 18:45 WIB