Agus Flores, Ketum PW-FRN, Mengecam Keras Pernyataan “Wartawan Bodrex” Mendes PDTT Yandri Susanto

baraNews

Minggu, 2 Februari 2025 - 12:01 WIB

50380 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu – Pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto yang menyebut wartawan sebagai “Wartawan Bodrex” menuai kontroversi dan kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN), Agus Flores.

Dalam pernyataannya, Minggu (2/2/2025), Agus Flores menegaskan bahwa ucapan tersebut sangat menyakiti insan pers. Menurutnya, jika ada wartawan yang tidak menjalankan tugasnya sesuai kode etik, seharusnya disebut sebagai “oknum wartawan”, bukan secara generalisasi menyebut semua wartawan sebagai “bodrex”.

“Seharusnya Pak Menteri menggunakan istilah oknum wartawan. Wartawan yang tergabung di PW-FRN adalah mereka yang terus meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan. Jadi, tidak semua wartawan itu abal-abal atau bodrex,” ujar Agus Flores.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PW-FRN sebagai organisasi pers selalu berupaya meningkatkan kualitas anggotanya dengan memberikan pelatihan dasar jurnalistik serta pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Agus Flores juga menyayangkan sikap pemerintah yang cenderung memberikan label negatif kepada wartawan, tanpa memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dan belajar menjadi lebih profesional.

“Kami di PW-FRN justru selalu konsisten melakukan pelatihan bagi wartawan agar mereka memahami tugas dan tanggung jawabnya. Namun, sayangnya, masih ada pejabat yang hanya bisa menghakimi tanpa memberikan solusi bagi mereka yang dianggap tidak profesional,” tambahnya.

Pernyataan Yandri Susanto yang viral menyebut bahwa

“Yang paling banyak ganggu kepala desa itu LSM sama Wartawan Bodrex, mereka muter-muter minta duit satu juta. Kalau ada 300 desa, maka 300 juta. Kalah gaji Kemendes, gaji menteri kalah. Oleh karena itu, mohon ditertibkan atau kalau perlu ditangkap saja, Pak Polisi.”

Pernyataan ini memicu respons keras dari berbagai organisasi pers, termasuk PW-FRN.

Agus Flores menilai bahwa ucapan tersebut dapat memicu opini publik negatif terhadap wartawan secara keseluruhan.

“Sebagai pejabat publik, seharusnya beliau lebih bijak dalam memilih kata-kata. Jika memang ada oknum wartawan yang melakukan pelanggaran, biarlah hukum yang menindak. Jangan sampai semua wartawan terkena stigma negatif akibat ulah segelintir orang,” tegas Agus Flores.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PW-FRN juga menyatakan bahwa mereka sepakat dengan penertiban oknum wartawan yang merusak citra profesi, namun menolak generalisasi terhadap seluruh wartawan.

PW-FRN juga meminta kepada jajaran Polri untuk tidak mengintervensi atau mengintimidasi kerja jurnalistik.

Sebab, tugas wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Pers dan memiliki peran penting dalam demokrasi.

“Jurnalis bukan profesi yang bisa membuat kaya secara instan, tetapi pekerjaan ini memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan demokrasi. Jika ada intimidasi atau intervensi, kami tidak akan mundur, karena wartawan adalah pilar keempat demokrasi,” tegas Agus Flores.

Di akhir pernyataannya, Ketum PW-FRN mengingatkan seluruh anggotanya untuk tetap menjalankan tugas dengan profesionalisme, menyajikan berita yang faktual dan berimbang, serta tidak gentar dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Jika ada yang mengintimidasi, jangan pernah mundur! Profesi kita dilindungi oleh undang-undang, dan kita akan terus berjuang demi kebebasan pers di Indonesia,” tutupnya.

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Bersih, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Gelar Karya Bakti di Area Kantor Desa Apalapsili
Sigap dan Peduli Binter TNI, Satgas Yonif 521/DY Tangani Perbaikan Jembatan Longsor di Distrik Eragayam
Semangat Gotong Royong, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Laksanakan Pengecoran Tahap II Masjid H. Aippon Asso di Distrik Walesi
Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan
Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62
Halal Bihalal LMB Nusantara : Satukan Laskar Melayu Se-Riau, Bukti Melayu Bangkit Menjaga Marwah
Gotong Royong Bersama Anak Negeri, Satgas Yonif 521/DY Bersihkan Jalan Kampung di Distrik Bolakme
AF Tewas di Konser Dangdut Bendar, Mukit : Polisi Harus Tangkap Pelaku Sekarang

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:12 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Minggu, 19 April 2026 - 17:07 WIB

Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto

Jumat, 10 April 2026 - 15:37 WIB

Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I

Jumat, 10 April 2026 - 13:17 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 18:47 WIB

Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:27 WIB

Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Senin, 16 Maret 2026 - 15:24 WIB

Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

Sebanyak 70 Peserta Paskibraka memasuki tahap Krusial

Rabu, 22 Apr 2026 - 06:08 WIB