JAKARTA, 26 Agustus 2026 – Pernyataan Ketua Umum relawan Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai kemungkinan percepatan pelaksanaan Pemilihan Umum sebelum tahun 2029 memicu perhatian publik. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam sebuah forum internal relawan.
Dalam paparannya, Budi Arie mengungkapkan insting politiknya yang membaca adanya situasi sosial yang tidak normal di tengah masyarakat saat ini. Ia bahkan membandingkan dinamika politik yang terjadi belakangan dengan situasi menjelang masa transisi kekuasaan pada era reformasi 1998. Menurutnya, kegelisahan tersebut didasari oleh fenomena sosial yang ia amati di lapangan, yang mendorongnya untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden agar dapat diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto demi perbaikan bangsa di masa depan.
Menanggapi riuhnya potongan video tersebut, pihak Projo menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanyalah bagian dari diskusi internal mengenai berbagai kemungkinan skenario politik. Sekretaris Jenderal Projo, Fredy Damanik, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi wadah bagi relawan untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Menanggapi masukan tersebut, Presiden Joko Widodo dilaporkan meminta seluruh pihak untuk tetap tenang, sembari menegaskan bahwa situasi nasional, termasuk kondisi ekonomi dan inflasi, saat ini masih dalam kendali yang baik.
Di sisi lain, respons berbeda datang dari partai pengusung pemerintah. Juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan bahwa pihaknya tidak terlalu terpengaruh dengan pernyataan tersebut. Menurut Sugiat, fokus utama saat ini adalah mengawal program kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat, daripada membahas spekulasi politik pemilu yang jadwalnya masih cukup panjang. (*)
































