Respons Sekretariat Kabinet atas Kritik Mahasiswa Tuai Polemik di Media Sosial

baraNews

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:35 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Respons pemerintah terhadap aksi kritik mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, memicu perdebatan luas di media sosial. Aksi yang berlangsung sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berisi sorotan tajam mahasiswa terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Seusai aksi yang diwarnai orasi keras, akun resmi Sekretariat Kabinet mengunggah video suasana meriah perayaan kemerdekaan dengan narasi “Ironi Demo ‘Prabowo Bedebah’ — 500 Ribu Warga Menyapa Pak Presiden”. Langkah ini menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Banyak pihak mempertanyakan relevansi jumlah 500 ribu peserta dalam perayaan kemerdekaan untuk menanggapi kritik mahasiswa yang bersifat substantif.

Masyarakat menilai, keramaian dalam acara kenegaraan tidak dapat serta-merta diartikan sebagai dukungan politik terhadap pemerintah. Keikutsertaan publik dalam perayaan nasional memiliki latar belakang yang beragam, dari mengikuti upacara hingga menikmati hiburan yang diselenggarakan pemerintah. Karena itu, penggunaan angka partisipasi dalam acara perayaan dirasa kurang tepat untuk mengonfirmasi kepuasan terhadap kebijakan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polemik meluas pada aspek etika komunikasi institusi pemerintah. Pada kanal resmi, Sekretariat Kabinet dinilai memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi dan kebijakan negara lewat narasi yang bijak dan mencerminkan semangat demokrasi. Beberapa pengamat komunikasi menilai bahwa penggunaan diksi dan konteks pada unggahan tersebut dapat menimbulkan persepsi pemerintah sedang memosisikan kritik publik sebagai lawan, bukan bagian penting dari proses demokrasi.

Situasi ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam komunikasi publik yang dilakukan institusi negara. Penyampaian narasi dari kanal resmi dinilai perlu tetap menjaga ruang kritik dan partisipasi publik dalam upaya membangun kepercayaan serta menjaga dinamika demokrasi yang sehat. (*)

Berita Terkait

Hercules Rosario Marshal Melontarkan Kritik Keras kepada Menteri Perumahan Ara Soal Sengketa Lahan
Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Mentan Laporkan Capaian Ketahanan Pangan di Sidang Kabinet
Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin
Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan
Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis
Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah
Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:32 WIB

Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Jumat, 17 April 2026 - 15:50 WIB

Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri

Selasa, 29 April 2025 - 15:40 WIB

Air PDAM Mati 6 Hari, Warga Aceh Tenggara Minta Bupati Copot Direktur PDAM

Sabtu, 19 April 2025 - 16:25 WIB

Babinsa Koramil 04/CKR Kodim 0503/JB Collaboratoon Adakan Khitanan Massal Gratis dihadiri Danrem 052/WKR

Sabtu, 15 Maret 2025 - 16:41 WIB

Selama Dua Tahun Lebih Menjadi Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R. Doni Sumarsono, S.I.K, M.H: Banyak Prestasi dan Sukses Memberantas Narkoba

Minggu, 2 Februari 2025 - 08:27 WIB

Lapas Kelas II B Kutacane Diduga Sarang Narkoba, Beredarnya Sebuah Vidio Narapidana Sedang Memakai Narkoba

Berita Terbaru