Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

baraNews

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS — Kepala Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Narsim, mengungkap fakta baru terkait dinamika keluarga Sutrimo usai pemakaman di desa setempat. Narsim membenarkan keluarga Sutrimo sempat pergi sementara ke rumah kerabat hanya lima hari setelah pemakaman, namun tidak meninggalkan rumah dalam waktu lama. “Mengungsi atau tidaknya enggak paham. Yang jelas selang lima harian dari Sutrimo meninggal, keluarganya pergi. Mungkin nengok keluarga, mungkin ya. Sehari semalam sudah di rumah lagi,” ujarnya, Selasa (11/8/2026), merujuk pada pernyataan di salah satu program televisi nasional.

Kehadiran pihak keluarga Sutrimo kembali ke kampung tidak serta merta menghapus tanda tanya besar yang tergantung sejak jenazah Sutrimo dipulangkan dan dimakamkan. Sutrimo ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026), kemudian dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring, dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Keterbatasan informasi makin terasa saat keluarga menerima jenazah hanya berbekal surat pengantar rumah sakit dan KTP almarhum. Uang santunan tunai sebesar Rp20 juta diserahkan oleh pihak pengantar jenazah ke pihak keluarga. Namun, menurut kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, tidak ada penjelasan sama sekali dalam surat pengantar mengenai penyebab kematian maupun kronologi peristiwa. “Kami berkesimpulan bahwa yang mengantar jenazah sejak awal memang menyembunyikan surat formulir kronologis kematian tersebut,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakjelasan kronologi inilah yang menimbulkan kecurigaan pihak keluarga. Awalnya keluarga menerima kematian Sutrimo sebagai musibah, namun setelah mencermati ketidakwajaran dokumen dan informasi yang mereka terima, akhirnya keluarga memutuskan untuk melaporkan dugaan kejanggalan kepada kepolisian. Laporan tersebut teregister pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026, dengan nomor STTLP/797/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Penyelidikan kematian Sutrimo terus berjalan. Polisi telah memeriksa belasan pihak, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan saksi lain yang ditengarai mengetahui kejadian sebelum Sutrimo ditemukan. Penyidik juga mendalami dokumen rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi ditemukannya korban, serta data komunikasi yang berkaitan dengan aktivitas Sutrimo sebelum meninggal.

Di media sosial dan grup wartawan, santer disebutkan bahwa Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Meski demikian, pihak polisi menyatakan status tersebut masih dalam proses pendalaman. “Masih didalami,” jawab salah satu perwira kepolisian saat dikonfirmasi terkait hubungan dan aktivitas terakhir korban.

Sampai berita ini ditulis, kepolisian belum dapat memastikan sebab kematian Sutrimo dan apakah terdapat unsur tindak pidana di baliknya. Proses otopsi ulang dan pendalaman unsur-unsur yang memicu kematian Sutrimo tetap dilakukan demi memastikan kejelasan jalan cerita sebenarnya.

Kematian Sutrimo kini menjadi bola panas di tengah masyarakat, menyangkut tidak hanya soal transparansi informasi, tapi juga pola penanganan kematian di luar kebiasaan. Keluarga berharap penyidikan yang tengah berlangsung benar-benar menjawab kejanggalan, sehingga tidak ada lagi ruang bagi dugaan atau spekulasi yang berkembang luas di masyarakat. Mereka menyerahkan sepenuhnya hasil pemeriksaan dan tindak lanjut kepada pihak berwenang agar kebenaran di balik kematian Sutrimo terungkap secara terang benderang. (*)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?
Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum
Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar
Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terbaru