Menteri Abdul Mu’ti Sebut Mekanisme Pembelajaran Selama Ramadan Menunggu Surat Edaran

baraNews

Jumat, 17 Januari 2025 - 21:24 WIB

50556 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed, meminta masyarakat bersabar terkait mekanisme pembelajaran selama bulan Ramadan mendatang. Ia menyangkal kabar yang menyebutkan adanya libur Ramadan untuk kegiatan pembelajaran.

“Bahasanya bukan libur Ramadan ya, karena ada yang menulis libur Ramadan, bahasanya pembelajaran di bulan Ramadan. Itu sudah kita bahas bersama Menko PMK, Menag, dan Mendagri, kemudian saya dan KSP,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Jumat (17/1/25).

Dalam kesempatannya ia mengungkapkan bahwa sudah ada kesepakatan di lintas kementerian mengenai mekanisme pembelajaran untuk siswa di bulan Ramadan. Namun, itu semua masih harus menunggu terbitnya Surat Edaran terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah ada kesepakatan bersama. Tinggal tunggu saja terbit surat edaran bersama,” ujarnya.

Prof. Abdul Mu’ti, kini sedang dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta. Masalah pembelajaran di bulan Ramadan ini juga akan dilaporkannya kepada Presiden Prabowo.

“Termasuk rapat ini akan kita sampaikan (kepada Presiden),” jelasnya. Pihaknya tinggal menunggu arahan dari Presiden sebelum mengeluarkan Surat Edaran.

Selanjutnya ia kembali menegaskan, bahwa tidak ada pernyataan libur Ramadan yang disampaikan pihaknya. Ia menegaskan, bahasa yang harus disampaikan yaitu pembelajaran di bulan Ramadhan.

“Kata kuncinya bukan libur Ramadan. Tapi pembelajaran di bulan Ramadhan, gitu ya,” jelasnya.

Diakhir kesempatan ia pun enggan menyampaikan terkait pembelajaran untuk anak-anak selama bulan Ramadan itu dilakukan di rumah. “Tunggu sampai Surat Edaran keluar, tunggu sampai itu keluar,” jelasnya.

(fa/hn/nm)

Berita Terkait

DPR RI Yasonna Laoly Dorong Usut Tuntas Kematian Janggal Remaja Di Nias*
PW GP Al Washliyah: Jangan Alihkan Kasus Penyadapan Ilegal, Stop Framing Isu Dasco Wapres
Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan
Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:19 WIB

PW GP Al Washliyah: Jangan Alihkan Kasus Penyadapan Ilegal, Stop Framing Isu Dasco Wapres

Selasa, 3 November 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian

Selasa, 3 November 2026 - 19:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Selasa, 3 November 2026 - 19:02 WIB

Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan

Selasa, 3 November 2026 - 18:51 WIB

Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri

Selasa, 3 November 2026 - 18:38 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Senin, 2 November 2026 - 15:26 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:34 WIB

GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara

Berita Terbaru

JABODETABEK

Remaja Korban Pembakaran Neneknya di Depok Meninggal Dunia

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:55 WIB