100 Hari Kinerja Kabinet Prabowo-Gibran Kinerja Menteri ESDM Dipertanyakan Intelektual Papua

REDAKSI JAKARTA

Minggu, 9 Februari 2025 - 17:55 WIB

50280 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

100 Hari Kinerja Kabinet Prabowo-Gibran Kinerja Menteri ESDM Dipertanyakan Intelektual Papua

Jakarta – Peringatan 100 hari kinerja Kabinet Prabowo-Gibran menjadi momen refleksi bagi berbagai kalangan termasuk Aktivis muda papua. Para menteri atau yang di juluki kabinet merah putih ini patut di pertanyakan. Terutama kinerja buruk menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Yang menambah beban Presiden Prabowo. Ungkap Alfred di Jakarta. Minggu,(09/02/2025)

Sudah sejak awal banyak kebijakan kontroversial muncul dalam tiga bulan pertama kepemimpinan menteri ESDM Bahlil lahadalia. Hingga Presiden Prabowo pun harus turun tangan untuk bergerak cepat, menanggulangi kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, salah satunya yang menghapus pengecer elpiji (LPG) 3 Kg yang bikin gaduh di masyarakat. Bahkan dalam situasi kelangkaan gas melon ini malah diduga dijadikan bahan Candaan oleh Menteri bahlil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespon Hal ini Salah Satu Aktivis Papua Alfred Pabika menilai bahwa saat ini Presiden Prabowo mengahadapi beban berat. Mulai dari kewajiban pembayaran hutang yang cukup besar di tahun ini dan tahun depan hingga merealisasikan janji politik.

Namun di balik tantangan berat yang di hadapi pemerinta masih saja dihadapkan dengan kinerja Mentri yang buruk, walaupun tidak disampaikan langsung namun saya melihat ada kegelisahan di wajah Presiden kita. Ujar Alfred

Kami melihat Kegelisahan Presiden Prabowo ini juga berdasarkan dengan beberapa kinerja menterinya yang dinilai kurang baik, sehingga kegaduhan akibat kebijakan ini lebih kuat dirasakan dibandingkan manfaatnya untuk rakyat. Misalnya kasus kesengsaraan Rakyat untuk mendapatkan Gas melon gara-gara harus berebutan beli di pangkalan,” Alfred pabika.

Merespon kinerja buruk menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kami sangat Prihatin dan melakukan diskusi dan konsolidas dengan beberapa pemuda papua di seluru indonesia dan Memandang perlu ada perombakan kabinet sebagai konsekuensi evaluasi terhadap kinerja para menteri. Kami tegaskan bahwa perombakan ini perlu untuk merawat kepercayaan Masyarakat kepada presiden Prabowo Subianto.

Jika pemerintah terlambat dan tidak melakukan perombakan dan memecat beberapa menteri yang bermasalah terutama menteri ESDM Bahlil Lahadali kami akan melakukan konsolidasi untuk aksi dan mendesak agar Menteri Bahlil mundur dari jabatannya untuk menjaga agar kepercayaan publik terhadap Presiden Kita Prabowo Subianto tidak tergerus sehingga masa “Bulan madu” tidak cepat berakhir. Sambung Alfred.

Berita Terkait

Pers Dilindungi UU, Tapi Legalitas Media Wajib Jelas! SMSI Kritik Keras Bagi Oknum Mengaku Wartawan
Ucapan Prof Kiki Terkait Anwar Usman Dari Kampus Odong-odong Merupakan Penghinaan & Tidak Etis
Penyalahgunaan Jabatan di Sektor Tambang Nikel: Jebakan Investasi dan Mafia Regulasi
LAKSI Dukung Putusan Praperadilan & Mendesak KPK Memulihkan Nama Baik Indra Iskandar
Dorong UMKM Menjadi Ruang Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Ketua Dewan Pembina MIO Taufiq Rahman Dorong Perbaikan Sistem Usai Maraknya OTT KPK
Patient Experience Memasuki Fase Baru dengan Hadirnya Sertifikasi Global di Indonesia
Customer Experience sebagai Wajah Layanan Publik Indonesia: 65 Pimpinan PLN Raih Sertifikasi CX Global

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:12 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Minggu, 19 April 2026 - 17:07 WIB

Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto

Jumat, 10 April 2026 - 15:37 WIB

Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I

Jumat, 10 April 2026 - 13:17 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 18:47 WIB

Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:27 WIB

Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Senin, 16 Maret 2026 - 15:24 WIB

Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

Sebanyak 70 Peserta Paskibraka memasuki tahap Krusial

Rabu, 22 Apr 2026 - 06:08 WIB