Pers Dilindungi UU, Tapi Legalitas Media Wajib Jelas! SMSI Kritik Keras Bagi Oknum Mengaku Wartawan

baraNews

Selasa, 21 April 2026 - 18:20 WIB

50244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Era digital membawa kemudahan dalam penyebaran informasi, namun juga memunculkan persoalan serius dalam dunia pers.

Salah satu yang disoroti Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) adalah maraknya media yang mengaku legal, tetapi tidak memiliki badan hukum dan struktur perusahaan pers yang jelas.

Menurut SMSI, kondisi ini berbahaya karena bisa mencederai kredibilitas pers nasional dan menimbulkan praktik penyalahgunaan profesi jurnalistik, Senin (20/4/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks itu, SMSI menegaskan bahwa pers bukan hanya soal keberanian menulis berita, tetapi juga soal etika dan legalitas kelembagaan.

Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir menyampaikan bahwa pers yang kuat, harus berdiri di atas profesionalisme.

Ia menyebut, kebebasan pers harus dijaga melalui kepatuhan terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

“Pers itu dilindungi undang-undang. Tetapi perusahaan pers yang resmi juga harus jelas legalitasnya dan sesuai aturan Dewan Pers,” kata Agus Kliwir.

Ia mengingatkan bahwa banyak pihak mengklaim sebagai media, namun tidak memiliki struktur perusahaan pers yang benar

Tidak ada penanggung jawab redaksi, tidak memiliki kantor jelas, bahkan tidak terdata dalam organisasi konstituen Dewan Pers.

Menurutnya, keberadaan media seperti itu dapat merusak tatanan pers yang selama ini dibangun melalui regulasi Dewan Pers.

“Lebih dari itu, kondisi ini dapat membuka peluang praktik pemerasan, intimidasi atau pencemaran profesi wartawan di mata masyarakat.

Agus Kliwir menambahkan, bahwa organisasi konstituen Dewan Pers memiliki peran strategis untuk menjaga ekosistem pers yang profesional.

Dalam ranah media siber, SMSI hadir sebagai konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan media digital, agar lebih tertib, terdata dan terverifikasi.

Dia juga menyoroti sikap lembaga publik, termasuk pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, hingga pengadilan, agar lebih selektif dalam menjalin kerjasama publikasi.

Menurutnya, kerjasama publikasi pemerintah yang bersumber dari anggaran negara, tidak boleh diberikan sembarangan kepada media yang tidak memiliki legalitas.

Sebab, hal itu bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengabaikan perusahaan pers yang sah dan profesional.

“Pendataan perusahaan pers harus menyeluruh agar kerjasama publikasi pemerintah tepat sasaran.

Anggaran publikasi harus diberikan kepada perusahaan pers yang legal, bukan justru mengakomodir media ilegal,” tegas Agus Kliwir.

SMSI menilai bahwa penataan ini bukan upaya membatasi kebebasan pers, melainkan langkah memperkuat kualitas media. agar pers tetap dipercaya publik

Pers yang sehat adalah pers yang berani mengungkap kebenaran, namun tetap menjunjung tinggi etika serta legalitas kelembagaan.

Dengan demikian, SMSI berharap seluruh pihak, baik wartawan, perusahaan pers, maupun instansi negara dapat bersama-sama menjaga ekosistem pers

Agar kedepan tetap profesional, bertanggung jawab, dan menjadi pilar demokrasi yang kuat”, ungkap Agus Kliwi, Ketua Koordinator SMSI eks Karesidenan Pati.(red)

Berita Terkait

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan
Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues
PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh
Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!
UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum
Mahasiswa NTB Geruduk Kementerian ESDM, Desak Pemerintah Bongkar Stagnasi IPR
Dunia Industri Datang ke Sekolah: Siswa SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta Jadi Incaran BUMN
Ibu Muda Berjuang 12 Tahun Mencari Keadilan Atas Lelang Fiktif Bank Mega, Indikasi Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Pada APHT

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:36 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolsek Bangko Tinjau Langsung Program Jagung di Pekaitan

Jumat, 3 April 2026 - 18:47 WIB

Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:29 WIB

Eben Ezer Simalango Laporkan Akun TikTok dan Instagram atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Penyebaran Konten Dihentikan

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:23 WIB

Speedboat Panipahan Bersatu 03 Alami Gangguan Mesin, Penumpang Terombang ambing Berjam-jam di Laut

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:55 WIB

LSM Nilai Plt Kadis PUPR Kampar dan Kasubag “Gagap Administrasi”, Klarifikasi Proyek Rp13 Miliar Diabaikan

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:43 WIB

Pemkab Rohil Perkuat Program Infrastruktur, Bupati Serahkan Alat Berat ke Dinas PUPR

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:25 WIB

Maju Seleksi Direksi BUMD Rohil, Junaidi Tawarkan Penguatan PAD dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:36 WIB

DPD TOPAN RI Warning Keras Calon Direksi–Komisaris PT SPRH: Jangan Masuk BUMD Bermasalah untuk Main Uang Daerah

Berita Terbaru