Baranews.com – Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), KH. Zul Komandan, menyerukan perlunya revolusi mental di dunia pendidikan dengan melibatkan ulama secara langsung dalam pembinaan karakter siswa sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.
Pernyataan tersebut disampaikan Zul Komandan pada Sabtu (18/7/2026), sehari setelah dirinya bertemu dan menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja di Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, ancaman narkoba di Rohil sudah berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, dunia pendidikan, tokoh agama, aparat penegak hukum, serta keluarga.
“Saya melihat kondisi pendidikan kita sangat memprihatinkan. Saya meminta Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir memberi perhatian serius terhadap ancaman narkoba di kalangan pelajar. Narkoba bukan lagi sekadar racun, tetapi racun di atas racun yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda,” tegas Zul Komandan.
Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan akademik, namun juga harus memperkuat pembinaan akhlak, moral, integritas, dan adab peserta didik.
Zul Komandan mengungkapkan, dirinya kini tengah fokus memperdalam ilmu agama melalui pendidikan di salah satu Rumah Suluk di Rokan Hilir dan telah memperoleh gelar Khalifah dalam Tarekat Naqsabandiyah.
Berbekal pengalaman tersebut, ia menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Rokan Hilir dalam menghadirkan program pembinaan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan di sekolah, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.
Menurutnya, pembinaan spiritual yang dilakukan secara berkesinambungan dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Anak-anak perlu dibimbing sejak dini agar memiliki moral, integritas, dan adab yang baik. Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Harus ada proses pembinaan yang berkelanjutan dengan melibatkan ulama dan tokoh agama,” ujarnya.
Selain menyoroti dunia pendidikan, Zul Komandan juga mengaku telah menyampaikan langsung kepada Wakil Presiden mengenai keprihatinannya terhadap dugaan maraknya peredaran narkoba di wilayah Rokan Hilir yang memiliki akses jalur laut strategis di kawasan Selat Malaka.
Menurutnya, posisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan pengawasan yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.
Di bidang ekonomi, Zul Komandan turut mendorong Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir agar lebih serius mengembangkan sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan industri pengolahan hasil laut.
Ia menilai potensi sumber daya laut Rohil sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan membuka lapangan pekerjaan baru.
“Kita memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Sudah saatnya pemerintah menghadirkan industri perikanan yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan, dan memperkuat ekonomi daerah,” katanya.
Zul Komandan juga menyoroti meningkatnya angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi yang hingga kini masih kesulitan memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui kebijakan yang mampu menciptakan investasi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis potensi lokal.
Di sisi lain, ia turut memberikan perhatian terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih Desa. Menurutnya, program tersebut diharapkan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang kecil, pedagang kaki lima, dan pelaku UMKM agar persaingan usaha tetap berjalan sehat dan tidak mematikan ekonomi masyarakat kecil.
Mengakhiri pernyataannya, Zul Komandan berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu menghadapi tantangan besar yang dihadapi Rokan Hilir, mulai dari ancaman narkoba, penguatan karakter generasi muda, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat.
“Kalau generasi muda kita rusak karena narkoba, maka masa depan daerah juga akan ikut rusak. Karena itu, pendidikan karakter, pembinaan agama, pemberantasan narkoba, dan pembangunan ekonomi harus berjalan bersama demi masa depan Rokan Hilir yang lebih baik,” pungkasnya.***
































