Ketua Dewan Pembina MIO Taufiq Rahman Dorong Perbaikan Sistem Usai Maraknya OTT KPK

baraNews

Minggu, 12 April 2026 - 11:44 WIB

50163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Media Independen Online (MIO) Indonesia, Taufiq Rahman, menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengungkap berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT), termasuk yang terbaru menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Menurut Taufiq, keberhasilan OTT tersebut menjadi bukti bahwa KPK masih menunjukkan taringnya dalam menjaga integritas penyelenggaraan negara. Namun di sisi lain, ia mengaku prihatin karena praktik korupsi masih terus terjadi, bahkan melibatkan pejabat publik di berbagai tingkatan.

“Ini tentu patut diapresiasi, tetapi sekaligus menjadi ironi. Di tengah berbagai upaya pembinaan dan penguatan integritas, kasus korupsi justru terus berulang,” ujar Taufiq dalam keterangannya, (11/4/2026), disela-sela acara Halal Bihalal yang diadakan GPIB, di Daily Hotel, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai wartawan senior yang turut membidani lahirnya berbagai organisasi pers pascareformasi, Taufiq menilai kasus di Tulungagung bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia menyebut, dugaan keterlibatan belasan pihak lain yang kini tengah didalami KPK semakin menegaskan bahwa praktik korupsi masih mengakar dalam sistem pemerintahan.

Lebih jauh, Taufiq juga menyoroti fenomena masih maraknya korupsi meski para pejabat telah mengikuti berbagai program pembekalan, termasuk kegiatan retret kabinet di Akademi Militer Magelang yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, retret tersebut sejatinya membawa pesan kuat tentang pentingnya disiplin, loyalitas, dan soliditas dalam menjalankan roda pemerintahan. Dalam konteks politik yang dinamis, simbol itu diharapkan mampu memperkuat komitmen kolektif aparatur negara.

“Retret menghadirkan harapan adanya satu komando yang rapi dan berorientasi hasil. Tapi realitas di lapangan menunjukkan bahwa persoalan integritas tidak selesai hanya di ruang pembekalan,” tegasnya.

Taufiq menilai, persoalan korupsi tidak semata-mata disebabkan oleh lemahnya moral individu, tetapi juga karena kuatnya tekanan sistem yang membuka peluang terjadinya penyimpangan.

“Retret itu seperti pelatihan anti-merokok. Tapi kalau lingkungannya masih penuh ‘rokok’ dan tekanan sosialnya tinggi, orang tetap bisa kembali merokok,” ujarnya mengibaratkan.

Karena itu, ia menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh, tidak hanya pada aspek mentalitas, tetapi juga pada sistem pengawasan, transparansi, serta mekanisme akuntabilitas di lingkungan pemerintahan.

Taufiq berharap keberhasilan OTT yang dilakukan KPK dapat menjadi momentum untuk memperkuat reformasi birokrasi secara lebih substantif, sehingga upaya pencegahan korupsi tidak berhenti pada seremoni atau pembekalan semata, melainkan benar-benar menyentuh akar persoalan.

*Sumber:*
*Humas MIO Indonesia*

Berita Terkait

PHK Sepihak Eks Manajer PT NHM, PA-Malut Desak Perusahaan Bayar Hak Pekerja Rp 14,7 Miliar
Trio Suryono Persembahkan 10 Karya Buku Inspiratif untuk Kemajuan Dunia Korporasi dan Energi di PT PLN.
PA-MALUT Berencana Mendorong Kasus Hibah KPU tikep di KPK dan Kejagung
Perkuat Nilai Kebersamaan, Ketum Dulur Sikep Nyawi Bawa Semangat “Urip Ya Urup”
Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!
Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN
KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru