Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

baraNews

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:42 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Kedaulatan bangsa dan martabat negara dalam hubungan kerja sama internasional kini menjadi prioritas utama pemerintahan di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, secara tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan segan-segan menghentikan ekspor energi, khususnya gas bumi, kepada negara-negara mitra yang dianggap tidak kooperatif atau tidak menunjukkan rasa hormat terhadap Indonesia.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Bahlil saat meresmikan proyek fasilitas gas lepas pantai dan operasional sumur gas Jangkrik di lapangan Masot Hub, yang berlokasi di lepas pantai Kalimantan Timur pada Kamis, 22 Oktober 2026. Menurut Bahlil, langkah evaluasi kontrak hingga penghentian ekspor merupakan bentuk prinsip menjaga nasionalisme. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak ingin terjebak dalam pola hubungan transaksional di mana negara lain baru mendekat saat membutuhkan sumber daya, namun bersikap abai terhadap asas kesetaraan.

Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan kepentingan nasional selalu berada di posisi terdepan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap membuka pintu bagi mitra yang bersedia menjalankan kerja sama dengan prinsip saling menguntungkan atau win-win solution. Bagi negara-negara yang menghormati Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik, bahkan siap untuk membangun kontrak baru sebagai bentuk asas kesetaraan dalam hubungan bilateral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, pemerintah menargetkan peningkatan produksi gas bumi hingga mencapai 3.000 mm pada periode 2028-2029. Produksi besar tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebelum mempertimbangkan ekspor. Bahlil mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan darah dan nyawa, sehingga kedaulatan negara tidak boleh dipandang sebelah mata oleh pihak asing, termasuk dalam sektor investasi dan energi. Ia menekankan agar perusahaan luar negeri yang telah menanamkan modal di Indonesia dipandang sebagai mitra yang harus didukung, namun tetap dalam koridor aturan yang adil bagi negara dan masyarakat lokal. (*)

Berita Terkait

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin
Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan
Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis
Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah
Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terbaru