Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

baraNews

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:37 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Indonesia resmi mengurangi volume ekspor gas ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD). Kebijakan strategis ini mulai diberlakukan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sebagai langkah pemerintah dalam menjamin keandalan pasokan energi bagi sektor kelistrikan domestik.

Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Joko Siswanto di sela malam penganugerahan penghargaan energi Subroto 2026 di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026, pengurangan pasokan tersebut berasal dari dua sumber utama. Sebanyak 15 BBTUD dipangkas dari wilayah Natuna, sementara 16 BBTUD lainnya diambil dari wilayah Sumatera. Joko memastikan bahwa kebijakan ini hanya berdampak pada Singapura karena jaringan pipa gas Indonesia saat ini memang hanya tersambung ke negara tersebut.

Langkah ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya Indonesia untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri di tengah tantangan global. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, telah memberikan sinyal mengenai peninjauan kembali porsi ekspor gas seusai sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pemerintah berupaya memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri petrokimia domestik, mengingat proporsi produksi gas nasional saat ini masih terbagi ke dalam 70 persen untuk kebutuhan domestik dan 30 persen untuk ekspor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menyatakan bahwa pengalihan ekspor gas untuk kepentingan industri dalam negeri adalah langkah yang tepat. Namun, ia menyarankan agar pemerintah menempuh cara diplomasi yang lebih subtil, seperti melakukan penyesuaian harga gas ekspor, alih-alih melontarkan pernyataan yang bersifat deklaratif. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak memicu kegaduhan komunikasi publik yang berisiko mengganggu hubungan ekonomi antarnegara. (*)

Berita Terkait

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin
Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan
Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis
Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah
Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules
Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia
Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terbaru