Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis

baraNews

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menampar wajah tata kelola pemerintahan daerah dengan membongkar praktik rasuah sistemik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tim penyidik lembaga antirasuah tersebut bergerak melakukan penggeledahan di tiga lokasi strategis untuk menyisir jejak kejahatan dalam lima klaster korupsi yang diduga melibatkan pejabat publik dan pihak swasta. Operasi yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026 ini berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial, termasuk dokumen penting, perangkat elektronik, serta tumpukan uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang disita sebagai bukti permulaan atas tindak pidana tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi, penggeledahan ini merupakan langkah progresif dalam menuntaskan penyidikan yang telah menjerat tiga orang sebagai tersangka, yakni mantan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Hamemayu Wajar Ismoyo, serta dua orang lainnya termasuk dari pihak swasta, Muhammad Amin Utoyo. Kasus ini menjadi alarm keras bagi birokrasi daerah bahwa intervensi hukum tidak lagi pandang bulu, bahkan terhadap mereka yang semestinya menjadi pengawas keuangan negara. Penahanan ketiga tersangka kini dilakukan di Rumah Tahanan Gedung Merah Putih untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut hingga awal November mendatang.

Praktik korupsi dalam lima klaster ini mencerminkan betapa rapuhnya integritas di lingkup Pemerintah Kabupaten Klaten yang diduga telah lama terpapar aroma suap dan gratifikasi. Masyarakat kini menuntut transparansi penuh dari lembaga hukum untuk membongkar aktor intelektual di balik skandal yang mencederai amanah publik ini. Pengungkapan kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Kamis, 15 Oktober 2026 tersebut seharusnya menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk tidak hanya menghukum para pelaku, tetapi juga meruntuhkan akar korupsi yang selama ini menghambat pembangunan dan pelayanan masyarakat di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin
Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan
Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah
Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules
Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terbaru