Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin

baraNews

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Dalam sebuah diskusi mendalam yang disiarkan melalui kanal Mahfud MD Official pada 25 Oktober 2026, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bersama budayawan Muhammad Sobari melontarkan kritik keras terhadap pola kepemimpinan nasional saat ini. Keduanya menyoroti fenomena kepemimpinan yang dinilai lebih mengedepankan retorika dibandingkan aksi nyata serta hilangnya otentikasi diri pada figur pimpinan negara.

Mahfud MD menekankan bahwa pemerintah saat ini kerap terjebak dalam model kepemimpinan yang hanya berbasis pada pidato atau leadership by words. Ia mengkritik keras minimnya kendali detail terhadap realitas di lapangan, yang mengakibatkan maraknya praktik korupsi dan kebijakan yang tidak tepat sasaran, seperti program makan bergizi gratis dan tata kelola koperasi yang dinilai jauh dari semangat dasar pendiri bangsa. Menurut Mahfud, kurangnya kontrol terhadap bawahan membuat informasi yang diterima pemimpin sering kali bias dan tidak mencerminkan penderitaan rakyat yang sesungguhnya.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Sobari menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya mampu bersikap jujur dan otentik. Ia menyoroti kegagalan figur-figur kekuasaan dalam menampilkan jati diri yang asli, yang justru tertutupi oleh upaya pencitraan yang berlebihan. Sobari menilai bahwa Prabowo Subianto, dalam pengamatannya, cenderung menunjukkan gaya kepemimpinan yang megalomanik dan enggan mendengarkan masukan dari kaum intelektual. Ia menyayangkan posisi kaum intelektual yang kini justru terkesan harus mengetuk pintu penguasa, alih-alih menjadi mitra kritis yang memberikan arah substansial bagi pembangunan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, diskusi tersebut juga menyoroti masalah integritas moral, termasuk kontroversi ijazah yang sempat menjadi perbincangan publik. Mahfud menegaskan bahwa secara etis dan moral, hal ini merupakan persoalan serius yang tidak bisa hanya diselesaikan dengan argumen teknis hukum di mahkamah, melainkan harus dipandang sebagai krisis moralitas kepemimpinan. Keduanya sepakat bahwa Indonesia merupakan milik seluruh rakyat dan bukan properti pribadi segelintir elite yang merasa berhak mengatur tanpa memedulikan hati nurani publik.

Dalam refleksi mengenai sosok pemimpin ideal, mereka merindukan gaya kepemimpinan yang seperti almarhum Gus Dur, yang mampu merangkul berbagai pihak melalui humor dan kearifan, serta memiliki keberanian untuk menjadi diri sendiri tanpa perlu merasa malu atau minder. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut menjadi ruang bagi keduanya untuk mengingatkan kembali bahwa pemimpin yang sejati adalah mereka yang tidak merasa paling berjasa dan tetap membumi di tengah mandat kekuasaan yang diberikan oleh rakyat.

Berita Terkait

Hercules Rosario Marshal Melontarkan Kritik Keras kepada Menteri Perumahan Ara Soal Sengketa Lahan
Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Mentan Laporkan Capaian Ketahanan Pangan di Sidang Kabinet
Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan
Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis
Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah
Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules
Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Enam Rumah Warga Hangus Terbakar di Gayo Lues, Mobil dan Sepeda Motor Ludes

Senin, 18 Mei 2026 - 15:26 WIB

PT Hopson Diduga Nekat Beroperasi Diam-Diam di Malam Hari, Hasil Rapat dan Sanksi Pemerintah Aceh Seolah Tak Lagi Dihormati

Senin, 18 Mei 2026 - 08:09 WIB

Pembangkangan PT Rosin Dinilai Jadi Bukti Regulasi Lingkungan Belum Benar-Benar Bertaring

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kapolres Gayo Lues Bagikan Daging Meugang kepada Insan Pers Sambut Ramadhan 1447 H

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:25 WIB

Kapolsek Blangkejeren IPTU Syamsuddin Pantau Ketat Objek Vital Pascabencana di Gayo Lues

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:59 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama PJU dan Personel Gunakan Trail Cek Lokasi Jalan Tembus Blangkejeren–Kutacane

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:30 WIB

Polsek Blangkejeren Amankan Pembersihan Lima Titik Longsor di Jalur Utama

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:52 WIB

Polres Gayo Lues Distribusikan Logistik ke Desa-desa Terisolir Pasca Banjir, Gunakan Sepeda Motor Trail

Berita Terbaru