Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah

baraNews

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:54 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, melayangkan kritik tajam terhadap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Maruarar Sirait, serta tokoh politik Nusron Wahid terkait penanganan sengketa pertanahan di Indonesia. Pernyataan keras ini disampaikan saat Hercules mendatangi kantor Kementerian ATR/BPN di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan membawa sejumlah anggota organisasi untuk menuntut keadilan bagi masyarakat yang merasa dirugikan dalam kasus sengketa tanah.

Berdasarkan keterangan di lapangan, Hercules secara khusus menyoroti sengketa lahan di wilayah Bogor yang melibatkan hak guna bangunan (HGB) di kawasan Summarecon. Ia mendesak agar pemerintah mengembalikan hak atas tanah kepada pihak yang berhak, dengan alasan bahwa proses pengosongan lahan tersebut telah menghabiskan biaya mandiri hingga puluhan miliar rupiah. Hercules menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo harus menjaga integritas dan tidak boleh memberikan ruang bagi praktik-praktik yang merugikan rakyat, terutama yang berkaitan dengan alih fungsi sertifikat tanah secara sepihak.

Dalam orasinya, Hercules meminta Maruarar Sirait agar tetap memegang teguh komitmen untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan pro-rakyat. Ia juga menyentil Nusron Wahid dan menyebut adanya keterlibatan pihak tertentu dalam penyelesaian masalah pertanahan yang tidak transparan. Menurut Hercules, pengawalan terhadap kasus ini merupakan bentuk tanggung jawabnya agar pemerintah tidak dikelola dengan cara-cara yang ia sebut sebagai tindakan yang merugikan kepentingan negara dan masyarakat. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin
Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan
Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis
Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules
Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas ke Singapura demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rais Syuriah PCNU Serahkan Bukti ke KPK

Berita Terbaru