JAKARTA | Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, melayangkan kritik tajam terhadap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Maruarar Sirait, serta tokoh politik Nusron Wahid terkait penanganan sengketa pertanahan di Indonesia. Pernyataan keras ini disampaikan saat Hercules mendatangi kantor Kementerian ATR/BPN di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan membawa sejumlah anggota organisasi untuk menuntut keadilan bagi masyarakat yang merasa dirugikan dalam kasus sengketa tanah.
Berdasarkan keterangan di lapangan, Hercules secara khusus menyoroti sengketa lahan di wilayah Bogor yang melibatkan hak guna bangunan (HGB) di kawasan Summarecon. Ia mendesak agar pemerintah mengembalikan hak atas tanah kepada pihak yang berhak, dengan alasan bahwa proses pengosongan lahan tersebut telah menghabiskan biaya mandiri hingga puluhan miliar rupiah. Hercules menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo harus menjaga integritas dan tidak boleh memberikan ruang bagi praktik-praktik yang merugikan rakyat, terutama yang berkaitan dengan alih fungsi sertifikat tanah secara sepihak.
Dalam orasinya, Hercules meminta Maruarar Sirait agar tetap memegang teguh komitmen untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan pro-rakyat. Ia juga menyentil Nusron Wahid dan menyebut adanya keterlibatan pihak tertentu dalam penyelesaian masalah pertanahan yang tidak transparan. Menurut Hercules, pengawalan terhadap kasus ini merupakan bentuk tanggung jawabnya agar pemerintah tidak dikelola dengan cara-cara yang ia sebut sebagai tindakan yang merugikan kepentingan negara dan masyarakat. (*)

































