100 Hari Kinerja Kabinet Prabowo-Gibran Kinerja Menteri ESDM Dipertanyakan Intelektual Papua

REDAKSI JAKARTA

Minggu, 9 Februari 2025 - 17:55 WIB

50327 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

100 Hari Kinerja Kabinet Prabowo-Gibran Kinerja Menteri ESDM Dipertanyakan Intelektual Papua

Jakarta – Peringatan 100 hari kinerja Kabinet Prabowo-Gibran menjadi momen refleksi bagi berbagai kalangan termasuk Aktivis muda papua. Para menteri atau yang di juluki kabinet merah putih ini patut di pertanyakan. Terutama kinerja buruk menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Yang menambah beban Presiden Prabowo. Ungkap Alfred di Jakarta. Minggu,(09/02/2025)

Sudah sejak awal banyak kebijakan kontroversial muncul dalam tiga bulan pertama kepemimpinan menteri ESDM Bahlil lahadalia. Hingga Presiden Prabowo pun harus turun tangan untuk bergerak cepat, menanggulangi kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, salah satunya yang menghapus pengecer elpiji (LPG) 3 Kg yang bikin gaduh di masyarakat. Bahkan dalam situasi kelangkaan gas melon ini malah diduga dijadikan bahan Candaan oleh Menteri bahlil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespon Hal ini Salah Satu Aktivis Papua Alfred Pabika menilai bahwa saat ini Presiden Prabowo mengahadapi beban berat. Mulai dari kewajiban pembayaran hutang yang cukup besar di tahun ini dan tahun depan hingga merealisasikan janji politik.

Namun di balik tantangan berat yang di hadapi pemerinta masih saja dihadapkan dengan kinerja Mentri yang buruk, walaupun tidak disampaikan langsung namun saya melihat ada kegelisahan di wajah Presiden kita. Ujar Alfred

Kami melihat Kegelisahan Presiden Prabowo ini juga berdasarkan dengan beberapa kinerja menterinya yang dinilai kurang baik, sehingga kegaduhan akibat kebijakan ini lebih kuat dirasakan dibandingkan manfaatnya untuk rakyat. Misalnya kasus kesengsaraan Rakyat untuk mendapatkan Gas melon gara-gara harus berebutan beli di pangkalan,” Alfred pabika.

Merespon kinerja buruk menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kami sangat Prihatin dan melakukan diskusi dan konsolidas dengan beberapa pemuda papua di seluru indonesia dan Memandang perlu ada perombakan kabinet sebagai konsekuensi evaluasi terhadap kinerja para menteri. Kami tegaskan bahwa perombakan ini perlu untuk merawat kepercayaan Masyarakat kepada presiden Prabowo Subianto.

Jika pemerintah terlambat dan tidak melakukan perombakan dan memecat beberapa menteri yang bermasalah terutama menteri ESDM Bahlil Lahadali kami akan melakukan konsolidasi untuk aksi dan mendesak agar Menteri Bahlil mundur dari jabatannya untuk menjaga agar kepercayaan publik terhadap Presiden Kita Prabowo Subianto tidak tergerus sehingga masa “Bulan madu” tidak cepat berakhir. Sambung Alfred.

Berita Terkait

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL
Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa
DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan
Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues
PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh
Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!
UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum
Mahasiswa NTB Geruduk Kementerian ESDM, Desak Pemerintah Bongkar Stagnasi IPR

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:48 WIB

Dokter Tifa Hentikan Penelitian Polemik Ijazah Jokowi, Pilih Kembali Fokus ke Dunia Kesehatan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Pemerintah Tegaskan Akan Ambil Tindakan Terukur terhadap Penyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:58 WIB

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:03 WIB

Viral Tumpukan Uang di SPPG Pesisir Barat, Warga Tuntut Keterbukaan dan Investigasi Mendalam

Senin, 27 Juli 2026 - 22:22 WIB

Polemik Istilah “Londo Ireng”, Ahmad Khozinudin Tegaskan Kritik sebagai Pengawal Demokrasi

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Senin, 4 Mei 2026 - 20:13 WIB

Royal Enfield Gaspol Bangun Kepercayaan Konsumen, Service Campaign UCE Nusantara Digelar di Antasari

Berita Terbaru