Paguyuban Harusnya Guyub, Bukan Malah Jadi Ajang Konflik

baraNews

Jumat, 24 Januari 2025 - 18:04 WIB

50362 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

JAKARTA – Pemilihan dalam suatu paguyuban seharusnya didasari pada kompetensi dan keahlian para calon pengurus. Namun, realitanya, banyak paguyuban yang terhambat oleh kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dan campur tangan kepentingan pribadi sejumlah anggotanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paguyuban, sebagai perkumpulan yang diikat oleh rasa kekeluargaan dan tujuan bersama, idealnya berjalan harmonis. Ciri-ciri utama paguyuban, seperti sifat kekeluargaan, pribadi, intim, eksklusif, langgeng, dan menjunjung tinggi solidaritas, seharusnya menjadi landasan dalam setiap proses pengambilan keputusan, termasuk pemilihan pengurus. Namun, ketika kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kompetensi, keselarasan dan tujuan bersama tersebut terancam.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kekurangan SDM yang kompeten di beberapa bidang menjadi kendala utama. “Meskipun secara jumlah anggota cukup, keahlian spesifik yang dibutuhkan untuk mengelola paguyuban ini kurang,” ujarnya. Hal ini mengakibatkan proses pemilihan menjadi kurang efektif dan berpotensi menimbulkan konflik internal.

Lebih lanjut, sumber tersebut menambahkan bahwa adanya kepentingan pribadi dari beberapa anggota juga turut memperkeruh suasana. “Kepentingan pribadi ini seringkali mengaburkan penilaian objektif terhadap calon pengurus yang sebenarnya kompeten,” kata sumber tersebut.

Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat paguyuban memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Keberhasilan paguyuban dalam mencapai tujuannya sangat bergantung pada kepemimpinan yang efektif dan pengurus yang kompeten. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari seluruh anggota untuk mengutamakan kompetensi dan keahlian dalam proses pemilihan, serta meminimalisir pengaruh kepentingan pribadi. Harapannya, paguyuban dapat berjalan dengan selaras dan mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.

Report,

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Mengapa Indonesia Belum Rontok Seperti Afrika
Prof. Sutan Nasomal Dukung Presiden Prabowo Gandeng Negara Maju: Indonesia Jangan Mau Diancam Negara Manapun!!!
Profesor Sutan Nasomal Setuju Presiden RI Rangkul Negara Lain Bekerja Sama Terkait Internet Untuk Kemajuan Keamanan Negara Indonesia!!!
Hentikan Tudingan Narasi Liar Pada Menteri Imipas Agus Andrianto, Tuduhan Itu Keliru dan Menyesatkan
Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta secara resmi memulai babak baru kepengurusan
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:19 WIB

PW GP Al Washliyah: Jangan Alihkan Kasus Penyadapan Ilegal, Stop Framing Isu Dasco Wapres

Selasa, 3 November 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian

Selasa, 3 November 2026 - 19:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Selasa, 3 November 2026 - 19:02 WIB

Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan

Selasa, 3 November 2026 - 18:51 WIB

Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri

Selasa, 3 November 2026 - 18:38 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Senin, 2 November 2026 - 15:26 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:34 WIB

GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara

Berita Terbaru

JABODETABEK

Remaja Korban Pembakaran Neneknya di Depok Meninggal Dunia

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:55 WIB