BARA NEWS-BULUKUMBA
-Kepala Desa Tambangan, Kec. Kajang, H.Abu Talib mengungkapkan keresahannya terkait maraknya peredaran narkoba di wilayahnya. Sebagai bentuk antisipasi, Pemerintah Desa Tambangan mengeluarkan aturan untuk membatasi kegiatan UMKM pada malam hari.
Kebijakan ini menuai tanggapan. Berberapa Aktivis menilai aturan tersebut merugikan pelaku UMKM yang mencari nafkah halal dan bukan solusi terbaik untuk memberantas narkoba.
Pernyataan Kades Tambangan H.Abu Talib ini mencuat dalam percakapan di salah satu grup WhatsApp bulukumba. Ia menyebut peredaran narkoba di wilayahnya sudah sangat meresahkan.
Dampak dari kondisi tersebut, Pemdes Tambangan mengambil kebijakan membatasi jam operasional UMKM pada malam hari.
Namun kebijakan itu mendapat sorotan dan tanggapan dari aktivis. Ia menilai cara tersebut justru mengorbankan pihak yang tidak bersalah.
*”Tentunya ini merugikan bagi UMKM lain. Ini bukan solusi terbaik dengan mengorbankan UMKM lain yang memang murni mencari nafkah halal pada malam hari hingga larut,”* ujarnya
Menurutnya, memberantas narkoba tidak harus dengan cara mematikan ekonomi warga.
*”Jangan korbankan UMKM lain demi untuk suatu aturan. Masih banyak solusi lain yang harus dilakukan pemerintah Desa untuk mengurangi maraknya peredaran narkoba di wilayah itu,”* tegasnya.
Sementara itu, aktivis kemasyarakatan Andi Saiful mendesak polres bulukumba Satuan Reserse Narkoba segera memberikan atensi serius terhadap keluhan Kades Tambangan.
“Polres bulukumba satuan narkoba Segera mengatensi dan bergerak cepat untuk mengambil langkah kongkrit sesuai dengan pernyataan kepala desa tambangan tersebut”, ujarnya.
Andi Saiful juga mendorong Pemdes Tambangan untuk duduk bersama dengan aparat, tokoh masyarakat, dan pelaku UMKM mencari solusi yang tidak mematikan roda ekonomi warga.
Pemberantasan narkoba memang harus dilakukan. Namun kebijakan yang diambil juga harus bijak agar tidak menimbulkan persoalan baru, terutama kepada masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari UMKM malam.
Narasumber.Andi Saiful
Pewarta. Basri































