Solo – Joko Widodo akhirnya buka suara menanggapi gugatan keaslian ijazah yang kembali mencuat di tengah masyarakat. Dijelaskan di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/8), Jokowi menegaskan bahwa pihak penggugat sebaiknya langsung membawa bukti ke persidangan daripada sibuk menempuh jalur praperadilan yang justru mengulur waktu penyelesaian proses hukum.
Jokowi menyatakan siap mengikuti seluruh rangkaian proses hukum yang sedang berjalan. Jika memang diperlukan, ia bersedia hadir di persidangan untuk memberikan penjelasan. Menurut Jokowi, membawa bukti langsung ke persidangan merupakan langkah paling efektif agar persoalan keaslian ijazah ini bisa cepat mendapatkan kepastian hukum dan tidak terus menjadi perdebatan berkepanjangan di masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menjelaskan bahwa semua dokumen pendidikan, mulai dari ijazah SD, SMP, SMA, hingga S1, kini sudah berada di tangan institusi penegak hukum dan siap diperiksa dalam forum persidangan. Ia berharap, dengan terbukanya semua proses dan dokumen secara hukum, tidak ada lagi pihak yang menyebarkan isu tanpa dasar yang jelas.
Selain menanggapi seputar isu gugatan ijazah, Jokowi turut menyinggung mengenai langkah politik putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Ia meyakini bahwa keputusan Kaesang maju dalam kontestasi politik di daerah pemilihan Jawa Tengah sepenuhnya merupakan pilihan pribadi yang telah dipertimbangkan dengan matang. Sebagai ayah, Jokowi mengaku hanya memberikan restu serta dukungan moral, menyerahkan sepenuhnya langkah politik tersebut kepada pertimbangan Kaesang.
Melalui pernyataan ini, Jokowi mengajak semua pihak untuk mengedepankan kejujuran serta transparansi dalam proses hukum. Ia berharap polemik ijazah ini segera mendapat kejelasan di meja sidang dan tidak lagi menjadi isu liar di tengah masyarakat. (*)

































