Pekerja Proyek di Yahukimo Jadi Korban Percobaan Pembunuhan, Diserang 15 OTK

baraNews

Sabtu, 20 September 2025 - 08:26 WIB

50655 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPUA | Personel Satgas Ops Damai Cartenz bersama Sat Intelkam Polres Yahukimo bergerak cepat menindaklanjuti laporan percobaan pembunuhan dan penganiayaan terhadap seorang pekerja proyek jembatan di Jalan Barak Seradala KM 2, Kabupaten Yahukimo, Kamis (18/9/2025). Korban diketahui bernama Muhammad Asdar (40), pekerja swasta yang berdomisili di Komplek Paradiso.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 11.30 WIT. Saat itu, korban bersama rekan-rekannya tengah mengangkut batu untuk pekerjaan bronjong. Tiba-tiba, sekelompok orang tak dikenal mendekat dan langsung melakukan penyerangan.

“Salah satu pelaku yang berambut gimbal langsung mengayunkan parang ke arah kepala korban hingga menyebabkan luka sobek,” ungkap Faizal, Jumat (19/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan korban tak hanya diserang dengan parang, tetapi juga dikeroyok. Ia sempat dihajar sekitar 15 orang dan dilempari batu.

“Truk miliknya ikut dirusak. Dalam kondisi terancam, korban berhasil menyelamatkan diri dengan mengunci kendaraan lalu melapor ke Polres Yahukimo,” jelas Adarma.

Korban mengalami luka robek di kepala akibat sabetan parang. Dua saksi di lokasi turut memberikan keterangan yang memperkuat kronologi insiden tersebut.

Aparat gabungan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku. Polisi menegaskan, tindakan brutal tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Yahukimo dan tidak bisa dibiarkan.

Peristiwa ini menambah panjang daftar aksi kekerasan terhadap pekerja proyek di Papua. Dalam beberapa tahun terakhir, pekerja sipil kerap menjadi sasaran serangan, terutama mereka yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bandara. Proyek-proyek tersebut sering dianggap simbol kehadiran pemerintah pusat sehingga menjadi target kelompok bersenjata maupun massa yang tidak teridentifikasi.

Tak jarang, pekerja proyek memilih meninggalkan lokasi karena merasa terancam, sementara aparat keamanan dituntut untuk memberikan perlindungan ekstra. Kondisi geografis Papua yang sulit dijangkau dan medan yang berat membuat pengamanan menjadi tantangan tersendiri.

Kasus di Yahukimo kembali menjadi pengingat bahwa selain aparat, masyarakat sipil yang mencari nafkah di lapangan juga menghadapi risiko besar. Upaya peningkatan pengamanan dan pendekatan persuasif terhadap masyarakat lokal dinilai penting agar pekerja yang menjalankan tugas pembangunan tidak lagi menjadi korban kekerasan.

Berita Terkait

Kesehatan Pos TNI Satgas Yonif 521/DY Buka Layanan Kesehatan Gratis di Distrik Bolakme
Berbagi Senyum Satgas Yonif 521/DY di Pos TNI
Kebersamaan Dalam Duka Satgas 521/DY Turut Bela Sungkawa di Distrik Kobakma
Cahaya Iman Satgas Yonif 521/DY Bagikan Alkitab untuk Warga Distrik Apalapsili
Tasyakuran Naik Pangkat Satgas Yonif 521 Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat
Tukang Ojek di Puncak Jaya Tewas Ditembak OTK, Polisi Duga KKB Terlibat
Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/DY Gelar Gotong Royong Bersama Warga Distrik Eragayam
TNI-Polri Evakuasi 6 Personel Kopassus Terkepung di Yalimo, 3 Luka Parah

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Polri Ungkap Pembakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatera Disengaja untuk Lahan Sawit

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:17 WIB

Polda Metro Jaya Klarifikasi, Penundaan Transaksi Bukan Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:12 WIB

Pemblokiran Rekening Aktivis Dinilai Langgar Hukum dan Hambat Kebebasan Berpendapat

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:06 WIB

Wakil Gubernur Kalbar Ingatkan Pemerintah Pusat: Keadilan Sosial Bukan Pilihan, Melainkan Keharusan

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:19 WIB

Polemik Keaslian Ijazah Jokowi Kembali Bergulir di Tengah Proses Hukum

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:12 WIB

Pemblokiran Rekening Aktivis Berujung Gelombang Boikot dan Penarikan Dana Nasabah Bank Mandiri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Hakim Nyatakan Gugatan Praperadilan Dokter Tifa Gugur Demi Hukum

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Saksi Ahli Tegaskan Barang Sitaan Harus Sesuai Prosedur Hukum Agar Sah di Persidangan

Berita Terbaru

Daerah

JAMAK: COPOT KAJARI ROHIL

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB