Demi Pulihkan Akses Roda Empat, Warga Garuntungan Perlebar Jembatan Darurat

MUHAMMAD BASRI

Kamis, 16 April 2026 - 23:28 WIB

50918 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

BARA NEWS-BULUKUMBA
– Demi memulihkan akses kendaraan roda empat yang terputus, Warga Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, melakukan perbaikan dan pelebaran jembatan kecil darurat penghubung ke Kelurahan Borong Rappoa, Kamis (16/4/2026). Jembatan ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif utama warga menuju Kota Bulukumba.

Sejak jembatan utama runtuh beberapa waktu lalu, Warga Desa Garuntungan membangun jembatan kecil dari kayu sebagai jalur sementara. Namun, konstruksi jembatan darurat itu hanya dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Mobil, termasuk ambulans, kendaraan logistik, angkutan umum, dan mobil pikap pengangkut hasil bumi, tidak dapat melintas karena lebar dan kekuatan struktur tidak memadai.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya penghubung terdekat antara Desa Garuntungan dan Kelurahan Borong Rappoa, sekaligus menjadi jalur alternatif vital menuju Kota Bulukumba. Jalur resmi lainnya membahayakan karena melintasi tebing curam dan rawan longsor, terutama saat musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Dampak Terhadap Aktivitas Warga dan Ekonomi*
Terputusnya akses kendaraan roda empat menghambat seluruh mobilitas warga ke Borong Rappoa maupun ke Kota Bulukumba. Selain distribusi hasil pertanian, layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok juga terganggu.

Liana, pengusaha hasil bumi asal Desa Garuntungan, mencontohkan dampak di sektor ekonomi. Ia rutin mengirim porang, jagung, dan hasil bumi lainnya langsung ke pabrik serta pengusaha besar di Kota Bulukumba menggunakan mobil pikap melalui jalur ini.

“Jembatan kecil yang ada saat ini hanya muat sepeda motor. Semua mobil tidak bisa lewat. Kami tidak berani mengambil risiko melewati jalan alternatif lain karena tebingnya curam dan sempit,” kata Liana di lokasi gotong royong.

Ia menjelaskan, porang yang telah dipanen harus segera diangkut ke pabrik untuk diproses. Jika terlambat, umbi porang cepat mengalami penyusutan bobot, berjamur, dan membusuk karena kadar airnya tinggi. Kondisi itu menurunkan rendemen tepung glukomanan dan membuat harga jual anjlok. Bagi pengusaha lokal seperti Liana, keterlambatan berarti menanggung kerugian berlipat: biaya panen tetap keluar, tetapi pendapatan menyusut drastis akibat komoditas rusak dan ditolak pabrik.

*Perbaikan Swadaya oleh Warga*
Perbaikan jembatan kecil darurat ini diinisiasi dan dibiayai secara swadaya oleh Warga Desa Garuntungan. Sejak pagi, puluhan warga membawa material berupa kawat bronjong, semen, dan kayu kelapa yang dibeli dari hasil iuran bersama. Pekerjaan meliputi penguatan gelagar dan pelebaran badan jembatan agar aman dilalui semua kendaraan roda empat menuju Borong Rappoa dan Kota Bulukumba.

Pemerintah daerah sebelumnya telah menjanjikan penganggaran untuk pembangunan jembatan permanen. Namun, karena kebutuhan mobilitas warga mendesak dan jalur resmi lain dinilai tidak aman, Warga Desa Garuntungan yang didukung Pemerintah Desa Garuntungan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Garuntungan memutuskan melakukan perbaikan sementara. Perbaikan ini dilakukan sambil menunggu proses penganggaran APBD Kabupaten Bulukumba agar pembangunan jembatan permanen dapat segera dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

*Target dan Harapan*
Warga Desa Garuntungan menargetkan jembatan kecil darurat tersebut dapat dilalui seluruh kendaraan roda empat dalam waktu 1–2 hari. Hingga Kamis sore, progres pemasangan bronjong dan gelagar tambahan telah mencapai 80 persen.

“Ini solusi sementara karena kondisinya mendesak untuk semua keperluan warga ke Borong Rappoa dan ke Kota Bulukumba. Kami tetap berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang lebar dan kuat karena jalur ini urat nadi aktivitas dua wilayah,” tegas Liana.

Pewarta.Basri

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Bulukumba Amankan Dua Pria, Satu Sachet Diduga Sabu Turut Disita
Wujudkan Akses Penghubung 3 Desa, Personel Koramil Kajang Bersama Warga Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda
Penuh Haru, AKBP Restu Wijayanto dan Istri Dilepas dengan Isak Tangis Personel Polres Bulukumba
Pimpin Apel Pagi Perdana, AKBP Stephanus Luckyto Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Kecintaan terhadap Organisasi
Babinsa di Bulukumba Serukan Gotong Royong Berantas Hama Babi yang Rusak Kebun Warga
AKBP Stephanus Luckyto Resmi Nahkodai Polres Bulukumba, Siap Jaga Kondusivitas Wilayah
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Koramil Herlang dan Warga Kebut Pondasi Jembatan Beton Perintis Garuda
TNI dan Warga Gantarang Bersinergi Bangun Jembatan Beton Garuda Penghubung 3 Desa

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:29 WIB

PHK Sepihak Eks Manajer PT NHM, PA-Malut Desak Perusahaan Bayar Hak Pekerja Rp 14,7 Miliar

Minggu, 27 September 2026 - 17:35 WIB

Trio Suryono Persembahkan 10 Karya Buku Inspiratif untuk Kemajuan Dunia Korporasi dan Energi di PT PLN.

Rabu, 16 September 2026 - 16:29 WIB

Perkuat Nilai Kebersamaan, Ketum Dulur Sikep Nyawi Bawa Semangat “Urip Ya Urup”

Minggu, 6 September 2026 - 18:32 WIB

Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 17:08 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!

Jumat, 4 September 2026 - 19:20 WIB

Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan

Berita Terbaru