Politisi PSI Minta Pemprov DKI Gencar Sosialisasi Jakarta Utara Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

REDAKSI JAKARTA

Selasa, 11 Februari 2025 - 07:12 WIB

50279 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan wilayah Kota Jakarta Utara menjadi percontohan nasional pengelolaan sampah.

Upaya ini dilakukan setelah Jakarta ditunjuk untuk menjalankan rencana strategis tersebut oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta Josephine Simanjuntak, menyambut baik rencana tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi dari Fraksi PSI ini juga meminta agar Pemerintah DKI melakukan sosialisasi baik kepada warga maupun pelaku-pelaku usaha di Ibu Kota.

“Kebijakan tersebut harus disertai sosialisasi kepada masyarakat agar mereka bisa terlibat secara optimal dalam mengatasi masalah sampah yang akut di Jakarta,” ujar Josephine, Senin (10/2/2025).

Menurutnya, Jakarta punya masalah akut dengan sampah.

Salah satunya, hal itu diakibatkan oleh kurangnya tempat pembuangan sampah seperti di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang telah mencapai kapasitas maksimal pada tahun 2021 lalu.

Sementara itu, sampah yang dihasilkan oleh warga di Jakarta terus mengunung. Selama periode 2019-2022, Jakarta menghasilkan 11,25 juta ton sampah, bahkan sekarang timbunan sampah yang sudah tinggi itu ditambah dengan 7.500 ton sampah baru setiap harinya.

Josephine menilai keterlibatan warga dalam pengolahan sampah menjadi penting karena Pemprov DKI Jakarta berencana melibatkan mereka dalam upaya tersebut.

Warga diminta memilah sampah sebelum dikirim ke TPS secara mandiri.

“Semua itu akan sulit terwujud kalau warga tidak diberikan sosialisasi hingga menunjukkan sikap kooperatif dengan Pemprov DKI dalam pelaksanaan rencana ini,” tuturnya

Josephine menambahkan, warga masih perlu dijelaskan perbedaan jenis-jenis sampah dan mengapa harus dibuang secara terpisah.

Hingga kini, pemilahan sampah masih jadi masalah, karena tidak sedikit warga masih membuang sampah secara sembarangan.

“Ya walaupun Pemprov DKI Jakarta sudah menyediakan tempat pembuangan yang memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Hal seperti ini masih perlu dijelaskan lagi oleh Pemprov DKI Jakarta,” katanya.

Selain itu, Josephine juga mengingatkan soal penundaan penarikan retribusi sampah sebelum sosialisasi kepada masyarakat.

Dia menyoroti masalah retribusi sampah yang kemarin sempat menjadi kontroversi.

“Terkait dengan ini, Pemprov DKI harus mengencarkan sosialisasi agar masyarakat tidak terkejut di kemudian hari. Warga harus mengetahui besarannya terlebih dahulu dan alasan rasional di baliknya, serta apa keuntungan yang akan mereka dapatkan dari pembayaran retribusi tersebut,” jelasnya.

“Lebih lanjut, apakah ada insentif atau pengurangan retribusi hingga nol bagi warga yang berhasil mengurangi sampahnya sendiri,” sambungnya.

Sembari melakukan sosialisasi, Josephine juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kesiapan dalam mengolah sampah. Pemprov DKI Jakarta juga harus menambah jumlah tempat-tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan jenisnya di ruang publik.

“Kemudian, mereka juga harus memastikan truk yang tersedia mengakomodasi keperluan untuk memilah sampah lagi sebelum sampai ke TPS atau TPST,” tegasnya.

Dia berharap bahwa kolaborasi antara warga dan Pemprov DKI Jakarta bisa mengurangi dampak limbah dengan mengolah sebanyak mungkin sampah yang bisa didaur ulang.

“Semoga dengan bergotong royong, Pemprov dan warga DKI Jakarta bisa mengatasi permasalahan sampah di Jakarta secara lebih optimal lagi,” pungkasnya.

Berita Terkait

PHK Sepihak Eks Manajer PT NHM, PA-Malut Desak Perusahaan Bayar Hak Pekerja Rp 14,7 Miliar
Trio Suryono Persembahkan 10 Karya Buku Inspiratif untuk Kemajuan Dunia Korporasi dan Energi di PT PLN.
PA-MALUT Berencana Mendorong Kasus Hibah KPU tikep di KPK dan Kejagung
Perkuat Nilai Kebersamaan, Ketum Dulur Sikep Nyawi Bawa Semangat “Urip Ya Urup”
Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!
Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN
KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru