Sembilan Warga Sipil Puncak Dilaporkan Tewas dalam Operasi Militer; Tokoh Muda Papua Kecam Tindakan di Wilayah Sipil

REDAKSI JAKARTA

Jumat, 17 April 2026 - 10:44 WIB

50106 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak, Papua – Sebuah peristiwa tragis dilaporkan terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua, pada Senin (14/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Sedikitnya sembilan warga sipil dilaporkan tewas dan tiga anak mengalami luka tembak dalam dugaan operasi militer yang melibatkan helikopter dan pasukan darat.

Data sementara yang dihimpun menyebutkan, delapan warga sipil tewas dalam kejadian tersebut, namun sumber lain melaporkan jumlah korban mencapai sembilan orang. Adapun nama-nama korban jiwa yang berhasil diidentifikasi antara lain:

· Ekimira Kogoya (47)
· Wundili Kogoya (36)
· Amer Walia (77)
· Kikungge Walia (55)
· Deremet Telenggen (55)
· Inikiwewo Walia (52)
· Tiagen Walia (76)
· Pelen Kogoya (65)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain korban jiwa, tiga anak yang masih berusia 5 tahun mengalami luka tembak di bagian dada, kaki, dan lengan tangan. Salah seorang di antaranya bernama Para Walia. Ketiganya saat ini tengah menjalani perawatan intensif.

Berdasarkan laporan dari lapangan, operasi militer tersebut menggunakan empat unit helikopter serta pasukan darat yang diduga menyasar kawasan pemukiman warga. Padahal, Distrik Kembru sebelumnya telah disepakati sebagai lokasi pengungsian atau zona aman antara aparat keamanan Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Distrik Kembru sendiri terdiri dari beberapa kampung, yakni Kembru, Nilime, Kamuma, Aguit, Molu, Belaba, Tinoti, dan Makuma. Informasi dari sumber media setempat juga menyebutkan bahwa pengeboman dilaporkan terjadi tidak hanya di Kembru, tetapi juga di Pogoma.

Warga yang selamat dilaporkan mengalami trauma psikologis berat akibat serangan yang terjadi di pagi buta tersebut. Hingga kini, pendataan korban sipil dari Distrik Sinak, Pogoma, dan sekitarnya masih belum tuntas karena berbagai kendala di lapangan.

Menyikapi insiden ini, Tokoh Muda Papua, Alfred Pabika, mengecam keras tindakan yang dinilainya biadab dan tidak mempertimbangkan ruang sipil. Alfred menyesalkan bahwa operasi militer serta keberadaan TPNPB/OPM justru terjadi di wilayah masyarakat sipil.

“TNI harus segera mengklarifikasi kematian sembilan warga sipil tak berdosa ini, mengingat ada balita yang menjadi korban,” ujar Alfred.

Ia juga menyoroti potensi saling tuduh antara TNI dan OPM pasca-kejadian. “Sangat disayangkan TNI dan OPM melakukan operasi di wilayah sipil. Sekarang sudah ada korban, keduanya mulai mencari kambing hitam,” tegasnya.

Alfred mendesak kedua belah pihak untuk jujur dan tidak saling mengalihkan tanggung jawab. “Kami mau TNI dan OPM jujur dan tidak mencari kambing hitam atau saling tuduh siapa pelakunya. Ini bukan hal baru terjadi di Papua, dan masyarakat Papua pun tahu siapa sebenarnya pelakunya,” sambung Alfred.

Berita Terkait

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi
Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit
Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.
FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Asset Pemda Jadi Lokasi Pasar Malam, Legalitas Dipertanyakan, Publik Desak Pemkab Rohil Bertindak Tegas
Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam
Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:19 WIB

Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:17 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:12 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Berita Terbaru